PREORDOPHALLUS

Budi Sp. Indrajati
http://phenomenologyinstitute.wordpress.com/

Perasaan merupakan salah satu potensi pengada bagi eksistensi manusia,melalui perasaan manusia memiliki penilaian (aksiologi) mengenai apa yang baik (good) ataupun yang buruk bagi dirinya (evil) sebagai landasan kontruksi bagi apa yang menurutnya adalah sebuah kenikmatan (kesenangan) ataupun suatu ketidaknikmatan (kebencian),kebencian (thanatos) ataupun kesenangan (eros) adalah identik dengan perasaan yang tak lepas dari hasrat manusia dalam menjadi (being) Continue reading “PREORDOPHALLUS”

Hantu-hantu (tentang) Indonesia

Trisno S. Sutanto*
Kompas, 9 Des 2008

MUNGKIN, suatu kali, akan ada sebuah buku tentang Indonesia—atau, lebih tepat, tentang sejarah mengindonesia—yang dibuka dengan kalimat begini: ”Ada hantu yang memambangi Indonesia. Dan hantu itu adalah kekerasan.”

Sebab sejarah Indonesia, yakni proses yang tidak kunjung selesai untuk ”menjadi Indonesia”, dipenuhi narasi kekerasan yang menebarkan pesona serta aroma memikat, tetapi sekaligus menakutkan. Continue reading “Hantu-hantu (tentang) Indonesia”

Ateisme Kepenyairan, Jalan Menuju Tuhan

Damhuri Muhammad*
Kompas, 9 Desember 2008

BISAKAH sastra dan agama bersekutu, lalu mendedahkan kebenaran yang sama? Bila pertanyaan ini diajukan kepada Adonis, dipastikan jawabnya mustahil. Bagi penyair Arab terkemuka itu, puisi dan agama bagai dua sumbu kebenaran yang bertolak belakang.

Puisi adalah pertanyaan, sementara agama adalah jawaban. Puisi adalah pengembaraan yang dituntun oleh keragu-raguan, sedangkan agama adalah tempat berlabuhnya iman dan kepasrahan. Continue reading “Ateisme Kepenyairan, Jalan Menuju Tuhan”

Sekadar “Upacara dan Pertunjukan”?

Putu Wijaya*
Kompas, 19 Des 2008

KONGRES Kebudayaan Indonesia 2008 diam-diam berlangsung di Bogor pada 10-12 Desember. Peristiwa yang dicanangkan berlangsung lima tahun sekali itu nyaris tanpa publikasi, baik sebelum maupun sesudahnya. Mungkin karena sudah begitu banyak hal sama-sama bergema sehingga kita semua sudah pekak dan kebal. Atau, peristiwa kebudayaan kembali terbukti bukan sesuatu yang penting di negeri ini. Continue reading “Sekadar “Upacara dan Pertunjukan”?”

Hamartia, Konsep Tragedi, dan “Drupadi”

Veven Sp Wardhana *
Kompas, 21 Des 2008

TANPA pemahaman dan pendalaman atas terminologi dan jabaran hamartia, kisah Hamlet karya William Shakespeare (1599-1601) hanya bakal berhenti sebagai kisah klenik atau misteri model arwah penasaran. Sejajar dengan trilogi Oedipus (Sophocles, 496-406 sebelum Almasih) akan jadi sekadar kisah suspens jika minus penyertaan hamartia. Begitu halnya dengan berderet repertoar tragedi—yang rata-rata ditulis Shakespeare—macam Macbeth, Othello, King Lear, juga Julius Caesar. Continue reading “Hamartia, Konsep Tragedi, dan “Drupadi””

Bahasa »