Naskah Kuno, Dokumentasi Budaya Versus Nilai Jual Yang Tinggi

Ria Febrina*
Padang Ekspres, 21 Des 2008

BEBERAPA tahun belakangan ini, muncul laporan dari para filolog yang menyatakan bahwa dunia pernaskahan dewasa ini menjadi pusat perhatian. Mulai dari pewaris naskah, pihak akademisi, filolog, bahkan pemerintah pun ikut memberikan sumbangan. Hal ini dikarenakan naskah menjadi salah satu dokumentasi budaya yang tidak hanya memuat nilai-nilai tradisi, tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi. Continue reading “Naskah Kuno, Dokumentasi Budaya Versus Nilai Jual Yang Tinggi”

Globalisasi Kebudayaan: Rasa Kesatuan Dalam Identitas “Hybrid”

Afthonul Afif*
Kompas, 27 Des 2008

GLOBALISASI kebudayaan akhir-akhir ini menunjukkan dua wajah yang berbeda. Ibarat satu keping mata uang dengan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, globalisasi mengarahkan semua orang untuk mengadopsi pola kebudayaan yang seragam. Di sisi lain, kecenderungan ini telah memicu munculnya resistansi dari budaya-budaya lokal yang merasa eksistensinya terancam seiring gelombang penyeragaman ini. Continue reading “Globalisasi Kebudayaan: Rasa Kesatuan Dalam Identitas “Hybrid””

Kesusastraan bagi Anak-anak

Kurnia JR*
Kompas, 28 Des 2008

APA yang kita dapati di Indonesia sekarang mungkin agak mirip abad yang dihayati Charles Dickens dulu. Kita masih menyaksikan anak-anak berkeliaran di jalan-jalan hingga larut malam. Mereka mengelap kaca mobil yang berhenti saat lampu lalu lintas menyala merah, melompat ke dalam bus kota untuk mengamen, mengemis di jembatan penyeberangan, menjadi korban sodomi dan pemerkosaan, bergaul dengan pencopet, dan sebagainya. Tak sedikit anak-anak di bawah umur terpaksa bekerja membantu orangtua atau diperdagangkan menjadi pelacur. Continue reading “Kesusastraan bagi Anak-anak”

Cermin Bagi Provinsi Pusat Industri Otak

Suryadi*
Padang Ekspres, 28 Des 2008

SEJARAH mencatat bahwa masyarakat Minangkabau adalah etnis yang sangat responsif terhadap kebijakan pendidikan dan politik Belanda di zaman kolonial. Asal-usul Elite Minangkabau Modern memberi kupasan mendalam tentang reaksi masyarakat Minangkabau terhadap sistem pendidikan Barat yang diperkenalkan Belanda di daerah ini sejak pertengahan abad ke-19. Continue reading “Cermin Bagi Provinsi Pusat Industri Otak”

Membelah Septum Sastra

Soegiharto
lampungpost.com

Tidak dimungkiri kenyataan sastra kini hanya berkembang di kota-kota. Tokoh-tokoh sastra kita kebanyakan tinggal di daerah urban. Demikian pula dengan penikmatnya. Tidak heran kalau Arief Budiman pernah mengatakan kalau sastra Indonesia merupakan sastra kota.

TENTU Arief tidak sembarang bicara, karena hampir seluruh karya sastra kita muncul dan syiar hanya di kota-kota. Senada pendapat Arief, pada Temu Sastra ’82 Arifin C. Noer tak gamang mengatakan kalau sastra kita adalah sastra borjuis. Continue reading “Membelah Septum Sastra”

Bahasa ยป