Memahami Kreativitas Nawal el Saadawi

Jaleswari Pramodhawardani *
Media Indonesia, 22 Nov 2006

Konon menurut Tao, seorang pemimpin yang baik adalah ibarat sebuah danau. Dalam dan menampung. Dia tidak lasak dan tidak berada di pucuk tertinggi. Karena itu, kepemimpinan yang baik tidak dinilai dari sekadar keberaniannya bertindak, namun terjadi ketika sebuah tindakan merupakan bagian dari hidup yang utuh yang mengaktualisasikan diri. Termasuk menghargai sebuah kreativitas dan ketidaksepakatan yang berhadapan dengan dirinya. Continue reading “Memahami Kreativitas Nawal el Saadawi”

Dilema Masyarakat Adat (II)

A. Fauzie Nurdin *
Lampung Post, 14 Des 2006

SEBENARNYA, dalam sistem kekerabatan masyarakat adat, klan kecil dapat dibedakan antara Pepadun dengan Saibatin. Sementara klan besar lebih tampak pada hubungan antara kelompok masyarakat yang dapat dihimpun dalam komunitas adat Lampung.

Dalam konteks itu, para punyimbang dan dalom perlu pemikiran berdasar kesadaran kritis untuk mengaktualisasikan “wadah” atau “media” dalam bentuk organisasi “Dewan Kebudayaan Lampung” Continue reading “Dilema Masyarakat Adat (II)”

RUU Kebahasaan `Menyelamatkan` Bahasa Indonesia

Reiny Dwinanda
Republika, 10 Des 2006

TIDAK bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar? Hati-hati. Apalagi, jika Anda adalah tokoh masyarakat. Suatu saat, Anda bisa terjerat sanksi akibat melanggar Undang Undang Kebahasaan.

Sejak kabinet pertama pemerintahan Indonesia hingga kini, ada saja anggotanya yang menyampaikan pesan kepada publik dengan menggunakan istilah-istilah asing. Entah dirasa keren atau agar lebih terdengar meyakinkan. Yang jelas, terkadang, memang ada kata-kata tertentu yang lebih mengena jika diucapkan dalam bahasa asing atau malah bahasa daerah. Continue reading “RUU Kebahasaan `Menyelamatkan` Bahasa Indonesia”

“Horison” dan Generasi Pasca-Orba

Binhad Nurrohmat*
Kompas, 24 Des 2006

Life begins at forty, kata orang, dan tahun ini majalah Horison berumur 40 tahun—sebuah rekor hidup majalah kesusastraan yang belum tertandingi di negeri ini. Majalah kesusastraan berbahasa Indonesia itu lahir setelah kekuasaan Orde Lama tutup buku dan ketika kekuasaan Orde Baru baru berdiri. Majalah bulanan yang legendaris itu terbit pertama kali pada Juli 1966 dengan SIT No.0401/SK/DPHM/SIT/1966, 28 Juni 1966 dan SIUPP No.184/SK/MENPEN/SIUPP D.I/1986, 3 Juni 1986. Continue reading ““Horison” dan Generasi Pasca-Orba”

Bahasa »