Zadig, suratan takdir Voltaire (1694-1778) menjajal Leibniz (1646–1716)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/05/zadig-scripture-destiny-of-voltaire-1694-1778-tested-the-leibniz-1646-1716/

Pengarang ini mungkin awalkali pembentuk alam cerita di kepalaku. Sastrawan produktif berkualitas filosof atas pilihan kata tepat di antara rerongga ruang-waktu takdir telah ditentukan, dalam setiap karyanya.

Tulisan ini, bentuk kegembiraan setelah berpisah sepuluh tahun lebih dengan bukunya “Zadig ou la Destinée.” Diterjemahkan dipengantari Ida Sundari Husen, terbitan Pustaka Jaya, cetakan pertama 1989 bertitel “Suratan Takdir.” Continue reading “Zadig, suratan takdir Voltaire (1694-1778) menjajal Leibniz (1646–1716)”

Maaf

Asarpin

Di abad ini tak jarang kita masih menyaksikan kematian dan trauma ditempatkan sebagai peristiwa biasa. Peristiwa sehari-hari yang lalu-lalang di sekitar kita. Tak ada yang mesti jadi pikiran. Mungkin karena telah menjadi pemandangan yang rutin, kematian sering kita hadapai dengan pura-pura tak tahu, dengan tanpa rasa bersalah, yang dalam bahasa Indonesia dikenal istilah “cuek bebek”. Continue reading “Maaf”

DI ATAS TANDU LANGITAN, JALAN CINTA PENYAIR I

M.D. Atmaja

PENDAHULUAN

Cinta, seperti halnya alur kehidupan pada umumnya, sebagai esensi dari perasaan manusia, pun, di dalamnya terdapat adanya jalan yang ditempuh oleh pecinta. Sesingkatnya, saya mengatakan kalau cinta merupakan jalan kehidupan manusia itu sendiri. Suatu jalan yang biasa, namun memiliki karakter tersendiri dan memuat nilai-nilai yang bisa dilihat dari tapak laku pecinta. Continue reading “DI ATAS TANDU LANGITAN, JALAN CINTA PENYAIR I”

Pesta Makna di Dermaga Puisi

Iwan Nurdaya-Djafar
http://www.lampungpost.com/

Menikmati puisi-puisi Fitri Yani, saya sungguh terlena dibuai oleh kemerduan bunyinya. Ciri ini yang menandai banyak puisinya, tak pelak telah membuatnya menjadi makna untuk puisi-puisinya. Makna, bukanlah pesan. Makna bukan untuk dipahami, melainkan untuk dihayati.

DERMAGA Tak Bernama (Siger Publisher, 2010, 83 halaman) adalah antologi puisi Fitri Yani, penyair muda Lampung yang tengah naik daun, yang terbit melalui suntingan Paus Sastra Lampung Isbedy Stiawan Z.S. Continue reading “Pesta Makna di Dermaga Puisi”

IN BED WITH AYU UTAMI

Saut Situmorang
boemipoetra.wordpress.com

Ada 10 + 1 cara untuk membawa Ayu Utami, Si Parasit Lajang, ke tempat tidur: (1) jangan janjikan perkawinan, karena (2) itu tidak dirasakan perlu, karena (3) dia memang tidak peduli soal itu, walau (4) sebenarnya sih dia juga amat peduli, cuma soalnya perkawinan itu kan sebuah konstruk sosial, sebuah idealisasi, sebuah mitos yang disejajarkan dengan kelahiran dan kematian, yang melanggengkan dominasi laki-laki atas perempuan, terutama perkawinan antara satu laki-laki dengan beberapa perempuan atau poligami. Continue reading “IN BED WITH AYU UTAMI”

Bahasa »