Abdul Aziz Rasjid
Malam ini –setelah purwokerto diguyur hujan deras, dingin dan saya ditemani kopi serta lagu Clapton yang bertajuk Pilgrim— aku benar-benar menikmati membaca puisi Hanna Fransisca yang bertajuk “Tumbuh dari Matanya”. Bait pertama puisi itu, diawali baris-baris yang berkata begini:
Perempuan di kaca mobil,
membuka jalan
hujan memanjang
hitam. Continue reading “Ruang Batin yang Tumbuh dari Mata”
