KEBANGKITAN SASTRA (DI) LAMPUNG

Asarpin *

Pemantik

Lampung mendapat sorotan para pemerhati sastra karena negeri ini banyak sekali melahirkan penyair. Hampir setiap minggu kita temukan puisi yang ditulis penyair Lampung di koran nasional maupun lokal. Bahkan di TIM pernah diadakan diskusi khusus membicarakan fenomena kepenyairan di Lampung. Salah satu pembicaranya adalah Nirwan Dewanto—kritikus yang dianggap paling berwibawa dalam dua dekade terakhir. Continue reading “KEBANGKITAN SASTRA (DI) LAMPUNG”

Puisi Membuat Lampung Lebih Berharga

Catatan Akhir Tahun
Teguh Prasetyo
Lampung Post, 27 Des 2007

PROVINSI Lampung kerap disebut oleh para penyair di Indonesia sebagai negerinya para penyair. Sebab, di daerah ini, sejak era 80-an lahir banyak penyair yang sudah mendobrak pentas nasional dengan karyanya. Bahkan, di era 90an akhir dan tahun 2000-an awal, mulai bermunculan para penyair muda yang notebene perempuan dari Lampung. Continue reading “Puisi Membuat Lampung Lebih Berharga”

Penyair-Penyair Lampung

Asarpin

Prolog: Negeri Penyair

Lampung sudah cukup lama dikenal memiliki lumbung sastra. Mungkin karena Lampung punya aksara sendiri, yaitu aksara Kaganga. Betapa banyak bentuk sastra yang tersebar dalam kelisanan masyarakat Lampung, baik di selatan, timur, barat, maupun di tengah. Lampung memiliki kekayaan subkultur yang beragam dan dianggap bisa menjawab berbagai tantangan zaman. Continue reading “Penyair-Penyair Lampung”

Puisi Mahasiswa: Politik Bahasa dalam Ruang Reproduksi Kesenjangan Sosial*

Abdul Aziz Rasjid

Di kampus ini/ Telah dipahatkan / Kemerdekaan.
Segala déspot dan tirani/ Tidak bisa merobohkan/ Mimbar kami.

“Mimbar”, Taufiq Ismail

Dalam lirik-lirik yang menandakan keyakinan itu; mimbar bernama kampus yang saya imajikan sebagai panggung kecil —tak panjang & tak lebar— tak jarang dipahami sebagai pusat diwujudkannya independensi akal pikiran dalam bentuk aneka ragam pendapat. Continue reading “Puisi Mahasiswa: Politik Bahasa dalam Ruang Reproduksi Kesenjangan Sosial*”

Puisi dan Kabar dari Lautan

Misbahus Surur *
lampungpost.com

LAUT adalah metafora sekaligus sebuah “dunia”. Sebagai sebuah dunia, laut menjadi loka, atau setidaknya pintu gerbang, bagi sang tualang melabuhkan diri ke negeri-negeri yang tak diketahui. Guna menambatkan harapan-harapan baru yang (tak) terkonsep sebelumnya. Tempat si pengembara melupakan kegamangan dan kejumudan-kejumudan di daerah asal. Continue reading “Puisi dan Kabar dari Lautan”

Bahasa »