Dharmadi: Ketika Sajak Kembali Menjejak

Abdul Aziz Rasjid
Kedaulatan Rakyat, 14 Des 2008

Empat tahun sesudah terbitan Aku Mengunyah Cahaya Bulan, muncullah sekarang: Dharmadi, kumpulan puisi Jejak Sajak (diterbitkan Kancah Budaya Merdeka: Purwokerto. 2008). Sebagian sajak-sajak yang termuat didalamnya tak dapat dikatakan muda, sebab ditulis dari rentang waktu 1994-2000, dan sebagian memang dapat dikatakan baru, sebab ditulis dari rentang waktu 2006-2007. Continue reading “Dharmadi: Ketika Sajak Kembali Menjejak”

Puisi, Arti, Diseminasi

Asarpin
lampungpost.com

Bukan Nirwan Dewanto kalau tidak sungguh-sungguh menyelam kata dan bahasa Indonesia sampai di dasar yang tak terhingga. Setelah meluncurkan buku puisi cantik bertajuk Jantung Lebah Ratu dua tahun lalu, yang nyaris tak tersentuh oleh pembaca saking “melangit” bahasa yang digunakan dalam puisi-puisinya, kini ia hadir lagi dengan buku puisi yang lebih “gawat”. Continue reading “Puisi, Arti, Diseminasi”

Produksi Budaya, Orisinalitas, Dan Selera Kolektif

Nu’man ‘Zeus’ Anggara
Jurnal Jombangana, Nov 2010

Mengetengahkan persoalan bagaimana kegiatan keseharian sebagai reperesentasi konsumsi narasi menjadi sesuatu yang sedang mengalami masa pasang. Setelah ilmu sosial menampilkan tema-tema gigantis tentang kuasa politik sebagai satuan utama dalam mencari kualitas kebebasan manusia, berganti menjadi pembahasan yang berkaitan dengan kedekatan antar personal dengan kelengkapan-kelengkapan simbolisnya. Continue reading “Produksi Budaya, Orisinalitas, Dan Selera Kolektif”

Dewan Kesenian, Strategi Kebudayaan, dan Politik Lokal

Halim HD
Jurnal Jombangana, Nov 2010

Bagaimana sesungguhnya posisi lembaga kesenian yang semi swasta dan semi pemerintah ini, dan bagaimana pula fungsinya di tengah-tengah masyarakat kita yang kian ditumbuhi oleh berbagai pola konsumsi seni budaya yang dihantarkan oleh media elektronika; bagaimana pola hubungan lembaga yang namanya Dewan Kesenian (DK) dengan pengelola daerah; adakah DK di tingkat kabupaten/kota/propinsi memiliki jalinan kuat, atau sekedar pelengkap penderita, agar dikatakan bahwa kabupaten/kota/propinsi mempunyai wadah bagi seniman; sejauh manakah DK mempunyai akses strategis dalam memberikan masukan untuk kebijakan pengembangan kesenian di wilayah masing-masing? Continue reading “Dewan Kesenian, Strategi Kebudayaan, dan Politik Lokal”

Kredo Puisi dalam Pencitraan Politisi

Abdul Aziz Rasjid
Minggu Pagi, V Maret 2009.

Semoga masih terkenang di ingatan kita saat beberapa politisi negeri ini mengutip sebuah bait puisi untuk kepentingan mengkampanyekan diri. Salah satunya bait puisi Chairil Anwar “sekali berarti sudah itu mati”, dimanfaatkan seorang politisi untuk mempopulerkan namanya pada masyarakat. Bait puisi itu tak hanya terpampang pada spanduk-spanduk di tepi jalan atau surat kabar harian, kita juga menyaksikan bait puisi itu berkali-kali tampil di layar televisi. Continue reading “Kredo Puisi dalam Pencitraan Politisi”

Bahasa »