Monolog Interior Cerpen-cerpen Sandi Firly

Puji Santosa

Monolog Interior dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai ekacakap dalaman, yakni percakapan panjang yang diucapkan oleh seorang tokoh dalam sebuah karya sastra, baik yang ditujukan kepada diri sendiri maupun kepada pembacanya. Biasanya dalam gaya monolog interior ini tokoh aku suka membayangkan peristiwa-peristiwa yang pernah dialaminya, yang sedang dialami, dan yang akan dialaminya. Continue reading “Monolog Interior Cerpen-cerpen Sandi Firly”

Gibran, Selembar Surat untuk May Ziadah (1926)

Abdul Aziz Rasjid

Setiap pagi juga senjahari, Gibran –mungkin mengenakan baju berwarna hitam atau putih– melamun seorang diri, membayangkan dirinya seolah berada dalam sebuah rumah di Kairo bersama May Ziadah, gadis yang dicintainya. Dalam sebuah surat yang ia tulis di tahun 1928 pada May Ziadah, Gibran membayangkan bahwa dalam waktu-waktu itulah, ia memimpikan sebuah momen: May duduk di depannya membacakan artikel –entah yang Gibran tulis, maupun May yang menulis– padanya. Dan setelah itu, mungkin mereka akan berdebat, beradu pendapat lalu tertawa bersama. Continue reading “Gibran, Selembar Surat untuk May Ziadah (1926)”

Cendera Mata

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Sewaktu menyiarkan berita tentang “Opak” atau kerupuk singkong yang sering dibawa oleh wisatawan asal Malaysia, seorang penyiar stasiun TV yang terdepan mengabarkan menyebut ungkapan “oleh tangan”.

Mungkin dia salah baca atau terlalu cepat membaca teks yang seharusnnya berbunyi “oleh-oleh” atau “buah tangan” menjadi “oleh tangan” saja. Kecuali saya salah dengar. Continue reading “Cendera Mata”

Kroya yang Mendekatkan Diri pada Sastra

Abdul Aziz Rasjid
http://cetak.kompas.com/

Sastra di Indonesia masih lamban untuk menempatkan diri pada posisi kunci tetapi mengesankan ada pengambilan peran sebagai medium penyadaran alias medium meladeni krisis. Optimisme atas sastra mesti disemaikan sebelum krisis besar melahap sastra lalu melahirkan krisis sastra tanpa ada juru selamat dan jalan penyelamatan. Continue reading “Kroya yang Mendekatkan Diri pada Sastra”

SISWA DAN ASPEK PEMBELAJARAN DRAMA

Yusri Fajar
Seputar Indonesia 4 Feb 2007

Drama adalah karya sastra yang menggambarkan aktivitas kehidupan manusia yang dalam penceritaannya menekankan dialog, laku dan gerak. Meski drama adalah karya sastra yang bisa dibaca dan dianalisa secara tekstual karena menggunakan medium bahasa dalam penciptaannya, namun drama pada dasarnya ditulis untuk dipentaskan di atas panggung (stage). Continue reading “SISWA DAN ASPEK PEMBELAJARAN DRAMA”

Bahasa ยป