PRA PENERBITAN ANTOLOGI PUISI PENYAIR YOGYAKARTA (1960-2000)

Sri Wintala Achmad

Sewaktu bersilaturahmi kepada seorang kawan seniman, saya disodori sebuah buku ‘Malioboro’ terbitan Trikayon. Buku Malioboro yang disusun oleh Sri Widati dkk itu merupakan kumpulan puisi dari para penyair Yogyakarta periode 1960-2000. Terlepas dari kriteria yang ditetapkan para penyusun, nama-nama di dalam ‘Malioboro’, semisal WS. Rendra, Gunawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Kirdjomulyo, Linus Suryadi AG, Emha Ainun Nadjib, Ragil Suwarno Pragolapati dll memang tidak dapat disangsikan lagi sebagai penyair yang pernah melakukan proses kreativitas puitiknya di Yogyakarta. Continue reading “PRA PENERBITAN ANTOLOGI PUISI PENYAIR YOGYAKARTA (1960-2000)”

Kenyataan Kelam dalam Orang-Orang Kalah

Musa Ismail
http://riaupos.com/

Karya sastra(wan) dan kenyataan (reality) —oleh sebagian orang—dianggap dua jalan yang ujungnya tak bisa bertemu. Hal ini dikarenakan sebagian orang tersebut hanya menganggap bahwa sastra tidak lebih sekedar batas khayalan atau angan-angan.

Menurut mereka, sastra merupakan benda yang tak berakar ke bumi dan tak berpucuk ke langit. Bahkan, karya sastra hanya dianggap sebagai hiburan dan mengisi waktu luang. Continue reading “Kenyataan Kelam dalam Orang-Orang Kalah”

Perlawanan Sastra yang Ambivalen

Ragdi F. Daye *

Sastra Indonesia pascakolonial adalah sastra yang gamang dan mengambang

Sesungguhnya, kondisi dunia sastra Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini tampak begitu gamang. Di satu sisi, produksi teks yang berlimpah ruah dengan terus lahirnya penulis-penulis muda berbakat sangat menggembirakan. Di sisi lain, kuantitatif produksi teks tersebut justru melahirkan persoalan serius, seperti kualitas teks, keseragaman pengayaan, miskinnya penggalian tema eksplorasi teknik ungkap, hingga tren tematik sastra yang merayakan ketubuhan-seksualitas. Continue reading “Perlawanan Sastra yang Ambivalen”

Memaknai Karya Seni Berkualitas

Nelson Alwi *
suarakarya-online.com

Kesenian adalah satu dari sekian banyak lapangan kegiatan, yang tak mungkin diberi batasan secara konkret. Sedang hidup menyeni atau aktivitas serta kreativitas seniman kurang lebih menyerupai sebuah perkalian menuju abstraksi-abstraksi kesimpulan. Suatu perkiraan yang bermuara pada ciri-ciri, yang mencuat menandai kualitas karya yang dihasilkan. Continue reading “Memaknai Karya Seni Berkualitas”

ALUR PEMIKIRAN KRITIK SASTRA INDONESIA

Maman S. Mahayana *

Tradisi ilmiah dan kehidupan intelektual di negeri ini, mesti diakui, masih centang-perenang. Para dosen dan peneliti kita terpaksa harus menggunakan kata nyambi dan cawe-cawe sekadar untuk menghidupi asap dapurnya. Meski begitu, masih banyak di antaranya yang tetap setia dan bertanggung jawab pada profesi. Mereka juga tidak melupakan peran sosialnya dengan bekerja dan berkarya. Bagaimana hasilnya, masyarakat yang kelak menilainya. Continue reading “ALUR PEMIKIRAN KRITIK SASTRA INDONESIA”

Bahasa »