Ambiguitas Kedirian Abdul Wachid B.S. di Banyumas

Abdul Aziz Rasjid

Pada lembar Cakrawala, Minggu Pagi no 37 TH 61 Minggu II Desember 2008, termuat sebuah puisi dari penyair Abdul Wachid B.S. berjudul “Purwokerto-Sokaraja”. Dari judul itu, kita dapat melayangkan dugaan bahwa sang penyair hendak bercerita tentang dua daerah yang terletak di Banyumas. Dugaan awal itu memang tidak salah, sebab lewat puisi “Purwokerto-Sokaraja”, Abdul Wachid B.S. —lahir di desa Bluluk, Lamongan 7 Oktober 1966 dan menjadi dosen negeri di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto sekaligus dosen tamu di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sejak tahun 1997-sekarang— yang hampir setiap minggu melakukan perjalanan bolak balik antara Jogja dan Banyumas memaparkan pengalaman-pengalamannya ketika berada di Banyumas. Continue reading “Ambiguitas Kedirian Abdul Wachid B.S. di Banyumas”

Sastra dan Fenomena Dunia Remaja

Indra Tjahyadi
suarakarya-online.com

Ada sebuah pameo umum yang menyatakan bahwa “masa remaja adalah masa yang paling indah”. Akan tetapi, apakah masa remaja itu sebenarnya?

Masa remaja adalah suatu masa, suatu fase yang tak dapat dielakkan oleh setiap manusia. Setiap manusia akan senantiasa mengalami atau melalui masa atau fase ini sebelum ia sampai pada fase yang lebih mantap, yakni: fase dewasa atau masa dewasa. Continue reading “Sastra dan Fenomena Dunia Remaja”

Refleksi Hari Pahlawan

Suherman, S.Pd.
http://www.radarlampung.co.id/

Pepatah mengatakan bangsa besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Bentuk penghargaan kepada para pahlawan bisa termanifestasi ke dalam beragam bentuk. Salah satunya setiap 10 November, bangsa Indonesia merayakan Hari Pahlawan.

BUNG Tomo
merupakan tokoh pemuda yang terkenal karena heroismenya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA (Inggris dan sekutu). Heroisme Bung Tomo tidak bisa dipisah dari pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Continue reading “Refleksi Hari Pahlawan”

OREZ ITU CUMA NAMA

Budi Darma
Jawa Pos, 18 Juli 1999

Beberapa hari yang lalu Jawa Pos membuat sebuah cerpen karangan S. Yoga berjudul Nama Saya Bukan Orez. Di situ dikatakan, nama Orez diambil dari judul cerita pendek saya, yaitu Orez, dalam kumpulan cerita pendek Orang-Orang Bloomington. Kemudian, di situ diceritakan Orez adalah seorang yang tidak mempunyai moral, sangat nakal dan kurang ajar, cacat fisik namun mempunyai kemampuan fisik yang luar biasa. Memang betul, semuanya diambil dari kumpulan cerita pendek Orang-Orang Bloomington. Continue reading “OREZ ITU CUMA NAMA”

Bahasa »