Nuryana Asmaudi SA
balipost.co.id
BANYAK orangtua/guru yang gelisah ketika anaknya hendak mengikuti lomba baca puisi. Mereka berusaha mencari pelatih yang bisa mengajari anaknya cara membaca puisi yang baik dan “benar”, agar anaknya menang dalam lomba tersebut. Kegelisahan dan usaha orangtua/guru tersebut wajar karena menginginkan anak atau muridnya meraih prestasi.
Namun, ada juga orangtua/guru yang menempuh jalan pintas, misalnya “mendekati” calon juri dan meminta agar anak/muridnya diajari baca puisi. Permintaan (KKN terselubung) itu tentu ditolak oleh calon juri, karena melanggar etika penjurian. Continue reading “Menyalakan “Pelita Seni” dalam Jiwa Anak-anak”

