Menyalakan “Pelita Seni” dalam Jiwa Anak-anak

Nuryana Asmaudi SA
balipost.co.id

BANYAK orangtua/guru yang gelisah ketika anaknya hendak mengikuti lomba baca puisi. Mereka berusaha mencari pelatih yang bisa mengajari anaknya cara membaca puisi yang baik dan “benar”, agar anaknya menang dalam lomba tersebut. Kegelisahan dan usaha orangtua/guru tersebut wajar karena menginginkan anak atau muridnya meraih prestasi.

Namun, ada juga orangtua/guru yang menempuh jalan pintas, misalnya “mendekati” calon juri dan meminta agar anak/muridnya diajari baca puisi. Permintaan (KKN terselubung) itu tentu ditolak oleh calon juri, karena melanggar etika penjurian. Continue reading “Menyalakan “Pelita Seni” dalam Jiwa Anak-anak”

Ekspresi Puitis Aceh Menghadapi Musibah

L.K. Ara
majalah.tempointeraktif.com

Wo wo wo Redines Lukup Sabun ku ine”. Baris ini merupakan pembuka nyanyian To’et dalam puisi yang berjudul Redines. Puisi ini menggambarkan tanah longsor di daerah perkebunan Lukup Sabun di dataran tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Digambarkan dalam puisi itu air tiba-tiba tercurah dengan deras lalu meluluh-lantakkan sekitar. Rumah-rumah roboh dan kebun kopi hancur. Dilukiskan juga secara detail bagaimana seorang petani Lukup Sabun ketika pulang dari kota terkejut menyaksikan bencana yang terjadi. Rumahnya hanyut, keluarga meninggal. Isyarat ini rupanya telah tergambar dalam mimpinya. Ia bersama istri naik perahu mengenakan kain putih lalu mendayung dan berputar-putar. Continue reading “Ekspresi Puitis Aceh Menghadapi Musibah”

Hermeneutika Alternatif Tafsir Sastra

Gunoto Saparie
suarakarya-online.com

SEMUA kegiatan kajian sastra, harus diakui, pasti melibatkan peranan konsep hermeneutika. Karena itu hermeneutika menjadi hal yang prinsip dan tidak mungkin diabaikan. Atas dasar itulah hermeneutika perlu diperbincangkan secara komprehensif guna memeroleh pemahaman yang memadai.

Berhasil tidaknya penafsir sastra untuk mencapai taraf interpretasi yang optimal, sangat bergantung pada kecermatan dan ketajamannya. Selain itu, tentu saja dibutuhkan metode pemahaman yang memadai. Dari beberapa alternatif yang ditawarkan para ahli sastra dalam memahami karya sastra, metode pemahaman hermeneutika dapat dipandang sebagai peralatan konseptuan yang paling memadai. Continue reading “Hermeneutika Alternatif Tafsir Sastra”

MENGGARAMI LAUT KRITIK SASTRA

Maman S Mahayana
Pikiran Rakyat, 28 Nov 2010

Kesalahpahaman atas kritik sastra Indonesia telah membentuk sejarahnya sendiri. Bagaimanapun, latar belakang pendidikan dan tingkat apresiasi setiap pembaca, tidaklah seragam. Maka, simpang-siur pemikiran tentang kritik sastra Indonesia menggelinding, membentangkan perjalanannya yang panjang. Tanggapan atas buku Darah Daging Sastra Indonesia (2010), Damhuri Muhammad, adalah satu contoh. Semangat untuk menghasilkan kritik sastra khas Indonesia tahun 1980-an, juga kesalahpahaman lain lagi. Continue reading “MENGGARAMI LAUT KRITIK SASTRA”

Bahasa ยป