Seni Tradisi dan Identitas (Ke)budaya(an) Kita

Nelson Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

ASPEK dominan yang relevan dinamakan kebudayaan Indonesia ialah seluruh seni tradisional yang bertebaran di nusantara ini. Identitasnya dapat diketahui, terutama melalui keberhasilan kita dalam menerjemahkan atau memberi arti keberadaan berbagai kesenian yang sudah sejak lama menjadi bagian tak terpisahkan dari (ke)hidup(an) serta pola pikir masyarakat pendukungnya. Dengan kata lain, identitas kebudayaan dimaksud tidaklah yang secara eksplisit atau eksklusif bertali-temali dengan kemasalampauan yang didasari citra masyarakat statis. Karena sesuai dengan sifat atau roh kebudayaan itu sendiri, identitasnya diharapkan berkembang sejajar dengan dinamika kemajuan masyarakat yang berlangsung terus-menerus, secara berkesinambungan. Continue reading “Seni Tradisi dan Identitas (Ke)budaya(an) Kita”

Kisah Sejarah dalam Karya Sastra

I Nyoman Suaka
http://www.balipost.co.id/

MENELUSURI jejak-jejak sejarah perjuangan bangsa, ternyata tidak saja dipelajari dalam buku-buku sejarah, juga dapat diketahui melalui kesusastraan. Tradisi penulisan unsur-unsur sejarah dan kepahlawanan sudah dikenal sejak sastra zaman klasik sampai kesusastraan Indonesia modern. Penulisan kreatif imajinatif itu pun terus berlanjut dalam bentuk novel. Bahkan pakar sejarah Sartono Kartodirdjo mengatakan, keadaan sosial dalam cerita novel digambarkan secara realistis, lebih mendekati kehidupan konkret. Masyarakat tidak dilukiskan oleh si pengarang menurut fantasi dan imajinatif yang bebas. Continue reading “Kisah Sejarah dalam Karya Sastra”

Menimbang ‘Ketersesatan’ Novel Adam Hawa

Damhuri Muhammad
http://www.suarakarya-online.com/

Sekali lagi, geliat proses kreatif dalam sastra berbenturan dengan construct teologi Islam. Kali ini cikal soalnya berasal dari novel Adam Hawa karya Muhidin M. Dahlan (Yogyakarta : Scripta Manent, 2005) yang tertuduh; melecehkan Qur’an. Sebuah Ormas Islam mengklaim tabiat kepengarangan Muhidin tergolong kategori hirabah (terorisme). Tak dirinci, tindak terorisme macam apa yang telah diperbuat Muhidin. Continue reading “Menimbang ‘Ketersesatan’ Novel Adam Hawa”

Soni dalam Secangkir Teh Puisi

Alex R. Nainggolan
suarakarya-online.com

Bagaimana membaca sebuah puisi sembari menyeruput secangkir teh sedang hangat-hangatnya? Mungkin di suatu senja, di beranda rumah-kau duduk menghadap sebuah pekarangan yang tak terlampau luas. Barangkali pula, kala itu hujan sedang turun dengan ritmis, membuatmu malas kemana-mana. Berdiam diri sendiri, membiarkan keasingan dari rintik hujan yang menciutkan nyali, keasingan dari udara dingin yang aneh. Continue reading “Soni dalam Secangkir Teh Puisi”

GELIAT SASTRA LOKAL

[Khususon Jombang, Wabil khusus Fahrudin Nasrulloh]
Nurel Javissyarqi*
Jurnal Jombangana, Nov 2010

Sebelum jauh menelusuri judul di atas, diriku teringat awalkali melangkahkan kaki ke tanah Jombang, tahun 1993. Dari rumah di Lamongan, aku persiapkan niat menimba keilmuan mengeruk ketololan demi semakin menginsyafi kebodohan. Terbayang di kepalaku sosok-sosok insan ampuh pada daerah kan kudiami, para pejuang serta penyebar ajaran Islam; KH. Hasyim Asy’ari, KH. A. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Sansuri, dan tokoh-tokoh masih hidup dikala itu; Abdurrahman Wahid, Nurcholish Madjid, serta tidak terkecuali budayawan Emha Ainun Nadjib, yang sampai kini menyetiai lelakunya mengayomi rakyat jelata, masyarakat pedalaman. Continue reading “GELIAT SASTRA LOKAL”

Bahasa ยป