Belajarlah Sastra kepada yang Lebih Tua

AF. Tuasikal
http://m.kompas.com/

Adalah hal yang kurang tepat, bila Beni Setia tidak hadir di Forum Temu Sastra Jatim, lalu menyinggung hal tersebut sehingga asumsi yang dia tulis tidak tepat dan mengambang (kurangnya keakuratan data). Lepas dari hal tersebut di atas, Beni Setia beranggapan bahwa problem sastra di Jatim adalah kemarahan para penyair-penyair yang tidak kunjung di beri kesempatan tampil di media massa, lalu menerbitkan buku sendiri. Ini adalah anggapan dan asumsi yang salah. Continue reading “Belajarlah Sastra kepada yang Lebih Tua”

Ketika Kritikus Sastra Diperlukan

Aminullah HA Noor
http://www.suarakarya-online.com/

Benarkah kritikus sastra merupakan “makhluk langka” sedemikian sehingga hari-hari ini lahir fenomena lebih banyaknya lahir karya sastra ketimbang kritik sastra? Tidak berbahayakah bila kondisi ini dibiarkan terlalu lama?

Sudah cukup lama terlahir asumsi bahwa semakin banyak karya sastra dibuat, akan semakin memperkaya khazanah kesusasteraan yang ada. Khzanah yang semakin kaya pun diasumsikan akan memperkaya aspek budaya bangsa kita. Continue reading “Ketika Kritikus Sastra Diperlukan”

Sastra Adiluhung, Tua dan Terlupakan

Agus Wibowo
http://www.suarakarya-online.com/

Bagi masyarakat jawa, sastra merupakan karya yang tertata apik dalam bahasa yang indah (basa rinengga). Tak heran jika sastra jawa klasik tak hanya mengutamakan isi, tetapi keindahan bahasa juga menjadi perhatian sang pujangga. Karya sastra Jawa yang terlahir melalui pengolahan rasa dan laku tapa, disebut sebagai sastra adiluhung atau sastra yang memiliki tingkat apresiasi tinggi. Continue reading “Sastra Adiluhung, Tua dan Terlupakan”

Menengok Teater Pembebasan di Indonesia

Hasta Indriyana *
suarakarya-online.com

Teater menunjukkan satu konsep bahwa ia sesungguhnya adalah segala macam peristiwa yang terjadi di atas pentas yang mengandung cerita, dipertontonkan dan dilakonkan oleh pemain (aktor). Teater merupakan suatu kesatuan yang diciptakan oleh pemain, pengarang cerita, dan penonton (Asrul Sani). Definisi di atas mengandung pengertian adanya proses kolektif dalam sebuah pengalaman kelembagaan (organisasi), kaidah berkesenian (artistik), dan orientasi proses (idiologi), atau Organisasi-Artistik-Orientasi (OAO). Pengertian teater di atas penting dalam hubungannya dengan paparan Teater Pembebasan (TP) di Indonesia di bawah ini. Continue reading “Menengok Teater Pembebasan di Indonesia”

Perempuan Menulis Puisi

David Krisna Alka
http://www.sinarharapan.co.id/

Perempuan penyair Indonesia dilihat dari segi kuantitas dan kualitas sangat sedikit dibandingkan dengan laki-laki penyair. Beberapa perempuan penyair seperti Toety Heraty, St. Nuraini, S. Rukiah dan Isma Sawitri, karya-karya mereka kini sudak tak pernah terlihat lagi. Apa masalahnya? Padahal kekuatan rasa perempuan lebih tinggi dan mendalam dari laki-laki, jika mulanya kekuatan puisi adalah rasa sebelum kata. Continue reading “Perempuan Menulis Puisi”

Bahasa ยป