Kritik Sastra dalam Perspektif Feminisme

Gunoto Saparie
suarakarya-online.com

DEWASA ini di berbagai belahan dunia, perempuan mulai bangkit mempertanyakan dan menggugat dominasi dan ketidakadilan yang terjadi dalam sistem patriarkhi. Perempuan selama ini memang telah mengalami subordinasi, represi, dan marjinalisasi di dalam sistem tersebut, di berbagai bidang, termasuk di bidang sastra. Dalam sejarah kesusastraan di berbagai wilayah, kita akan melihat berbagai keadaan yang memiliki persamaan sehubungan dengan keberadaan perempuan di bidang ini, yakni tersubordinasi dan termarjinalisasinya keberadaan mereka, baik pada tataran proses kreatif, kesejarahan, maupun sosial. Continue reading “Kritik Sastra dalam Perspektif Feminisme”

Komunitas Sastra di Indonesia: Tumbuh Bak Cendawan, Sirna Laksana Asap

Iwan Gunadi
http://riaupos.com/

Sejumlah kecil komunitas sastra membatasi anggotanya dengan ?persyaratan? yang lebih khusus, sehingga hanya orang tertentu yang dapat menjadi anggotanya. Ada yang membatasinya dengan semangat gender, seperti Forum Sastra Wanita Merah Hitam Kuning (Tamening) di Padang (Sumatra Barat) dan Komunitas Sastra Dewi Sartika di Bandung, Jawa Barat. Ada pula yang hanya menerima buruh sebagai anggotanya, seperti Roda-Roda Budaya dan Budaya Buruh Tangerang, Banten. Continue reading “Komunitas Sastra di Indonesia: Tumbuh Bak Cendawan, Sirna Laksana Asap”

Tentang Ubud yang Eksoktik dan Keterasingan yang Unik

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2010

Hary B Kori’un
riaupos.com

“Kami sangat bahagia, dari tahun ke tahun penyelenggaran festival ini semakin membaik dan diminati banyak penulis maupun pecinta sastra. Kami juga sangat senang, Ubud, juga Bali, kini telah kembali pulih, menjadi salah satu tujuan wisata dunia, setelah tragedi bom yang mengenaskan pada Oktober 2003. Kami bahagia, festival ini bisa diadakan setiap tahun dan kami terus berupaya melakukan perubahan menuju perbaikan.” Continue reading “Tentang Ubud yang Eksoktik dan Keterasingan yang Unik”

Puisi, Penyair, Penjahat

(Menyambung Tulisan Beni Setia dan Lan Fang)
S. Jai
Kompas Jatim, 3 Nov2010

TULISAN Beni Setia Sastra ?Kebacut? di media ini beberapa waktu lalu (19/10) tampaknya perlu mendapat perhatian khusus. Tulisan yang merupakan tanggapan tulisan sebelumnya oleh Lan Fang Jangan Main-Main dengan Sastrawan (15/10) tersebut bila salah asuh, menyebabkan pembaca bisa jatuh pada tindakan tidak melakukan apapun. Atau setidaknya cukup bertahan pada tindakan kreatif yang biasa saja tanpa tawaran baru estetika yang mengejutkan. Continue reading “Puisi, Penyair, Penjahat”

Bahasa ยป