Perjalanan Sastra di Banyuwangi

Taufiq Wr. Hidayat

GELIAT dan pertumbuhan sastra Banyuwangi kontemporer, sebenarnya sudah dimulai sejak tahun-tahun awal 60-an. Ini dilakukan oleh sejumlah penyair Banyuwangi yang berkarya di luar Banyuwangi, seperti Armaya yang rajin menuliskan karyanya di Majalah Siasat tahun 1960 dan dalam antologi Manifes bersama Goenawan Mohamad yang diterbitkan Tintamas-Djakarta, 1963. Begitu juga yang dilakukan oleh Chosin Djauhari yang termasuk dalam Pujangga Baru. Continue reading “Perjalanan Sastra di Banyuwangi”

Puisi, Sejarah, Santet *

Sebentuk ‘Surat Kreatif’ kepada Fatah Yasin Noor, Penulis Kumpulan Puisi Rajegwesi

Mashuri **

Sejarah adalah mimpi buruk (James Joyce)

Bung Fatah Yasin Noor yang terhormat.
Mungkin kita belum pernah bersua, namun dalam kesempatan ini aku berikhtiar bersua denganmu lewat puisi-puisimu. Siapa tahu aku dan dirimu bertemu atau berpapasan di teks-teks puisimu, dan pertemuan itu bisa aku untai menjadi buah pikiranku. Jika aku tak bisa menemuimu di sana, aku akan merangkum kealpaan itu dalam praduga yang berlatar pada sosio-kultur yang melahirkan teks-teks puisimu, juga sosiokultur yang mematri nilai-nilai dan kearifan ke jiwamu. Continue reading “Puisi, Sejarah, Santet *”

SURAT DARI SEOUL

WAN, SELAMAT JALAN!
Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Di pojok kampus HUFS? di pinggir Seoul. Aku terpaku sendiri di tengah kehidupan masyarakat Korea yang tak pernah diam. Segalanya bergerak: fanta rhei! Langkah-langkah cepat dan berderap. Para mahasiswa yang bergegas. Sepatu kulit berhak tinggi, menutup betis mereka. Suaranya keras menghentak jalanan dan tangga-tangga. Dedaunan rontok karena tuntutan hukum alam musim gugur. Sementara di dahan dan ranting pohon-pohon kesemek, bergelantungan buahnya yang berwarna merah menunggu keriput. Continue reading “SURAT DARI SEOUL”

Sastra Independen

Sayuri Yosiana
oase.kompas.com

Saya sempat terpana saat membaca biografi penulis kisah anak-anak klasik yang terkenal lewat karyanya berjudul, Heidi. Penulis itu Johanna Spyre, yang sempat berkomitmen untuk tidak pernah membuka nama aslinya, dan segala bentuk publikasi yang ada kaitan tentang dirinya, kecuali soal karya-karyanya. Bahkan sebelum wafatnya, Johanna Spyre pernah meminta kembali surat-surat yang pernah dikirimkan pada sahabat-sahabat baiknya, dan membakar semua berkas tentang dirinya. Johanna berharap agar pembacanya lebih mengenal karya-karyanya daripada penulisnya sendiri. Continue reading “Sastra Independen”

PENGARANG SURABAYA Menari-nari dalam Kata bersama Lan Fang

Sunaryono Basuki Ks *
suarakarya-online.com

Surabaya punya banyak pengarang fiksi, dimasa lalu ada Grandy yang menciptakan detektif Naga Mas, ada Basoeki Rachmat dengan novel-novel berbahasa Jawa dan Indonesia serta cerpennya, ada Farid Dimyati, ada Poernawan Tjondronegoro yang meninggal di Jakarta.

Dimasa kini ada Suprato Brata pengarang super produktif yang menghasilkan puluhan novel berbahasa Jawa serta Indonesia. Continue reading “PENGARANG SURABAYA Menari-nari dalam Kata bersama Lan Fang”

Bahasa »