Teater Papua dan Manusia yang Berharap

Dorothea Rosa Herliany
jawapos.com

Sekumpulan perempuan berbalut pakaian rumbai-rumbai dari kulit pohon (saly) dan tas di kepala (noken) meratap sedih sambil menari-nari. Genderang tifa, triton, dan sejumlah alat musik tradisional menyihir suasana menjadi pilu. Seorang di antara pemain dengan suara lengking dan terasa menyayat menyanyikan syair neno, neno, nene, wadoi kwonso sup ineno / yore mamo mamo / wadoi kwonso sup mambesak / sup ineno // neno, neno, nene, manseren nanggi, wado i / kwonso papua sup ineno / yoro mamo mamo wadoi / kwonso nona papua sup ine Continue reading “Teater Papua dan Manusia yang Berharap”

Rupa-Rupa Patung Seni Rupa yang Terkoyak

Muhidin M. Dahlan *
jawapos.com

Jika Herbet Read mengatakan bahwa seni adalah kesatuan utuh yang serasi dari semua elemen estetis -garis, ruang, warna- yang terjalin dalam satu kesatuan utuh yang disebut bentuk, patung adalah bagian keluarga besar seni rupa. Patung adalah seni rupa berdimensi tiga yang dengan pandangan kedalaman (depth) -pinjam istilah Graham Collier- patung tak hanya bisa dipandang, disentuh, diraba, melainkan juga bisa dirasakan dan didengar gerak iramanya lewat lekuk cembungnya volume, hampa padatnya ruang, terang-gelapnya warna, halus-kasar, serta besar kecilnya skala (But Muchtar dalam Soedarso S.P. 1992: 23). Continue reading “Rupa-Rupa Patung Seni Rupa yang Terkoyak”

BELAJAR MEMBACA DARI TITIK QADARSIH

Sutejo
Ponorogo Pos

Anda kenal dengan Titik Qadarsih? Titik yang satu ini adalah ?titik? cahaya bagi kita yang dapat kita jadikan pemantul kritik kehidupan kita. Bagaimana tidak? Artis yang hanya sering kita lihat sebagai artis di media televisi itu ternyata memiliki tradisi membaca yang luar biasa. Uniknya lagi, ternyata penyanyi ini tidak membatasi diri terhadap apa yang dia baca. Continue reading “BELAJAR MEMBACA DARI TITIK QADARSIH”

Fungsi Sosial Karya Sastra

Dr Junaidi *
riaupos.com

Realitas sosial yang kita hadapi sering tidak sesuai dengan harapan orang kebanyakan orang.
Ketidaksesuaian realitas dengan harapan cenderung menimbulkan ketidakpuasan dan rasa ketidakpuasan itu mendorong orang untuk melakukan tindakan yang bersifat kontra terhadap realitas, misalnya dengan melakukan demonstasi kepada para pemimpin, penguasa, pejabat, anggota dewan, dan manajemen perusahaan. Bahkan ada teori yang menyatakan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa cenderung menyimpang dari ketentuan yang berlaku akibat syahwat kekuasaan sering sulit untuk dikendalikan. Continue reading “Fungsi Sosial Karya Sastra”

Teater Miskin dan Grotowski

Marhalim Zaini *
riaupos.com

KATA “miskin” dalam dunia seni teater (di Indonesia), bukanlah sesuatu yang baru, sebagaimana juga kata “miskin” untuk Indonesia sebagai sebuah bangsa. Ia seolah bersebati, tak hendak pergi.

Seolah telah menjadi sebuah identitas. Meski telah sejak lama pula ihwal kemiskinan dalam teater ini dirisaukan, dibincangkan, dicari cara pengentasannya, tetap saja, hingga kini pada kenyataannya teater masih miskin: miskin aktor, miskin sutradara, miskin kritikus, miskin penulis naskah, miskin penata artistik, miskin sarana-prasarana, miskin wacana, miskin gagasan-gagasan baru, dan sekaligus para pekerja teaternya pun miskin secara ekonomis. Continue reading “Teater Miskin dan Grotowski”

Bahasa ยป