Belajar Menulis dari Rhenald Kasali

Sutejo
Ponorogo Pos

Steven Covey, pengarang buku Eight Habits, pernah mengatakan, orang harus punya sesuatu yang bisa diwariskan setelah mati selain nama. “Covey bilang apa sih yang ingin orang ucapkan tentang kamu di depan makam kamu. Cuma nama saja, atau kamu ingin diumpat sebagai penjahat, atau diingat karya-karyanya atau pemikirannya?” ungkap Rhenald. Continue reading “Belajar Menulis dari Rhenald Kasali”

Mengenali Sapardi Djoko Damono

Cunong N. Suraja *
oase.kompas.com

KEHILANGAN JEJAK SAPARDIAN PADA SAJAKNYA DI KOMPAS 22 MARET 2009 – SEBILAH PISAU DAPUR YANG KAUBELI DARI PENJAJA YANG SETIDAKNYA SEMINGGU SEKALI MUNCUL BERKELILING DI KOMPLEKS, YANG SELALU BERJALAN MENUNDUK DAN HANYA SESEKALI MENAWARKAN DAGANGANNYA DENGAN SUARA YANG KADANG TERDENGAR KADANG TIDAK, YANG KALAU DITANYA BERAPA HARGANYA PASTI DIKATAKANNYA, “TERSERAH SITU SAJA?” (KADO ULTAH SAPARDI DJOKO DAMONO KE 70) Continue reading “Mengenali Sapardi Djoko Damono”

“Kalalatu”, Balada atau Mantra?

Dr. Sudaryono, M.Pd
http://www.suarakarya-online.com/

Jika Ajip Rosidi punya “Jante Arkidam” dan Rendra punya “Balada Terbunuhnya Atmo Karpo” atau “Mencari Bapa”, seorang Arsyad Indradi (Penyair dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan) punya “Bagandang Nyiru”, “Kakek Adul”, “Nama Terpuji”, “Terbang Burung”, “Nini Aluh”, “Harumi Tanah Banyu”, “Nisan Berlumur Darah”, “Dundang Duka Seribu Burung”, dan lain-lain. Balada selalu menarik dibicarakan karena di dalam puisi jenis ini tampil karakter tokoh atau sesuatu yang ditokohkan. Ajip Rosidi menampilkan karakter Jante Arkidam, yang digali dari khasanah budaya Pasundan, Jawa Barat. Rendra menampilkan sosok manusia Jawa dalam sajak-sajak balada yang digubahnya. Continue reading ““Kalalatu”, Balada atau Mantra?”

Penerbitan Buku: Arsyad Indradi Melakoni Tradisi Ribuan Tahun

A. Kohar Ibrahim
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

FACE Book. Medio Oktober 2009, Batam, aku terima kiriman buku dari Banjarbaru Kalsel. Kongkretnya 5 buku hasil aktivitas-kreativitas seniman penulis penyair Arsyad Indradi, kelahiran Barabai 31 Desember 1949 dan yang mendapat julukan: Penyair Gila.

?Gila memang,? kesanku begitu, dalam makna memaknai ke-luar-biasa-annya. Aku amat terkesankan oleh fakta fenomenal. Bahwa dalam millennium ketiga ini, di Nusantara, ada seorang penulis yang sedemikian rupa idealismenya demi melestarikan bukti kepenulisan diri sendiri maupun orang lain. Demi membuktikan sumbangannya bagi kekayaan kesusastraan Indonesia dan Dunia. Continue reading “Penerbitan Buku: Arsyad Indradi Melakoni Tradisi Ribuan Tahun”

Bahasa ยป