BELAJAR MENULIS DARI ENI KUSUMA

Sutejo
Ponorogo Pos

Dalam pengantar bukunya, Anda Luar Biasa! (2007), Eni Kusuma mengungkapkan begini, ?… Jika saya tidak suka belajar, tidak peduli akan talenta diri, tidak menyukai harapan, cita-cita dan semangat, mungkin Anda tidak menemukan saya dalam buku ini.? (hal. Xviii). Ungkapan ini, mengingatkan betapa pentingnya etos, cita, dan kesadaran akan talenda dalam kepenulisan. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI ENI KUSUMA”

Seno Gumira Ajidarma, Jakarta Jakarta, dan Surat dari Palmerah

Jemie Simatupang
http://www.kompasiana.com/jemiesimatupang

DENGAN MUDAH, ketika membaca judul catatan ini, kita menghubungkannya sebagai: Seno Gumira Ajidarma (SGA) adalah sastrawan-jurnalis yang pernah bekerja di majalah Jakarta Jakarta (JJ) dan rutin menulis semacam editorial dengan judul Surat dari Palmerah (SdP).

SGA, siapa yang tak kenal? Ia lahir di Boston 19 Juni 1958?besar di kota pelajar: Yogyakarta. Ia termasuk salah seorang sastrawan negeri ini yang sangat [malah sangat-sangat] produktif menerbitkan karya?istimewanya, dalam karya-karya itu berani pula mengungkap fakta yang tak berani diungkap oleh jurnalis?karena larangan dari penguasa. Continue reading “Seno Gumira Ajidarma, Jakarta Jakarta, dan Surat dari Palmerah”

Semangat Perjuangan Dalam Sastra Buruh

Agus Sulton
Radar Mojokerto, 1 Nov 2009

Apa itu sastra buruh? Istilah ini adalah suatu yang baru?belum satupun para ahli yang mendefinisikan pengertian sastra buruh itu sendiri. Mungkin sastra buruh adalah sastra yang ditulis dari kalangan buruh (kasar) atau aktivis gerakan buruh atas dasar resisitensi atau semacam propaganda. Walaupun dalam konteksnya?sastra buruh sudah lama ada, namun perkembangannya kurang begitu meluas. Bisa juga karena pengaruh, sastra buruh lebih ditekankan dari latar belakang buruh. Continue reading “Semangat Perjuangan Dalam Sastra Buruh”

Wayang dan Sastra Indonesia Mutakhir

Tjahjono Widarmanto
http://www.suarakarya-online.com/

Tak dapat disangkal bahwa genre seni tradisi pertunjukan yang paling banyak dieksplorasi oleh para sastrawan mutakhir Indonesia adalah wayang. Prototipe wayang itu sendiri sering disebut sebagai puncak seni tradisional klasik Jawa, bahkan mendapat gelar adiluhung. Dalam masyarakat Jawa, kisah-kisah dalam wayang tak sekedar hiburan belaka, namun juga dianggap sebagai tuntunan. Dianggap sebagai ngelmu atau falsafah kehidupan yang bisa memberi katarsis bagi para penontonnya. Continue reading “Wayang dan Sastra Indonesia Mutakhir”

SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI DAN KRITIK SASTRA INDONESIA

Maman S. Mahayana *

Teori sastra (literary theory)[1] di Indonesia secara praksis sering kali dipahami juga sebagai kritik sastra (criticism).[2] Sementara kritik sastra tidak jarang diperlakukan sebagai pendekatan (approaches to literature).[3] Dalam hal ini, kritik sastra dianggap merupakan pendekatan yang dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk berbagai kepentingan penelitian terhadap karya sastra konkret. Demikianlah, dalam banyak perbincangan, baik teori sastra maupun pendekatan atau penelitian sastra, hampir selalu ditempatkan dalam pengertian sebagai kritik sastra. Atau di bagian lain, teori sastra dikatakan juga sebagai teori kritik sastra.[4] Jadi, pembicaraan mengenai strukturalisme atau semiotik, misalnya, dianggap sebagai bagian dari pembicaraan teori kritik sastra. Continue reading “SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI DAN KRITIK SASTRA INDONESIA”

Bahasa ยป