Pram, Said, dan Kritik Sastra

Asarpin
lampungpost.com

KRITIK sastra sudah sejak lama ditanggapi dengan dua kemungkinan: disuka atau dibenci. Sudah terlampau banyak yang tidak suka dengan kritik sastra, dan begitu banyak juga yang mengharapkan lahirnya kritik sastra dengan berbagai genrenya.

Telisik ini tidak bermaksud menyajikan berbagai model kritik sastra. Tapi hanya sekadar mendiskusikan kembali apa yang disebut kritik biografi dan kritik teks. Apa boleh buat, dua persoalan ini akan terus muncul. Suka tidak suka, sebuah kritik tidak mungkin dipisahkan dari teks dan pengarang. Continue reading “Pram, Said, dan Kritik Sastra”

Hegemoni Sastra: Media Pengkultusan dan Perlawanan

M.D. Atmaja

Karya sastra sebagai lembaga masyarakat yang bermediumkan bahasa memiliki keterkaitan yang erat dengan sosiologi pengarangnya. Latar belakang pengarang memiliki peran yang besar dalam memberikan nuansa dan nilai dalam proses penciptaan karya sastra. Latar belakang tersebut, di dalamnya merangkum berbagai macam kondisi dimana sang pengarang memijakkan kaki, entah itu kondisi politik yang sedang bergejolak, maupun ideologi pengarang itu sendiri. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan di dalam proses penulisan karya sastra dapat dikatakan sebagai media yang tidak bersifat individual, melainkan di dalamnya mengandung sifat evolusi-sosial. Continue reading “Hegemoni Sastra: Media Pengkultusan dan Perlawanan”

Gus Dur dan Politik Kontemporer NU

Fahrudin Nasrulloh

Perkembangan politik nasional dalam dua dasawarsa terakhir mengalami suatu perubahan penting dengan berbagai konsekuensi logisnya. Perkembangan signifikan itu, salah satunya adalah munculnya kekuatan politik Islam dalam kancah nasional yang bersifat faksionalistik. Gejala itu mengemuka ketika lahir organisasi kaum cendekiawan Islam yang menghimpitkan dirinya ke dalam lingkaran pusat kekuasaan dan bahkan memasuki wilayah kalangan militer. Continue reading “Gus Dur dan Politik Kontemporer NU”

Barometer Nilai Kebudayaan

Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Kebudayaan dalam keterpautannya dengan perkembangan peradaban, selalu dilongok serius sebagai indikator corak yang mewarnai strukturalisasinya. Apa dan bagaimana kadar kebudayaan dalam kurun waktu tertentu tak lepas dari proses sinergis yang didalamnya memungkinkan terbentuk secara power heterogensi yang tak harus terkait pula dengan kapasitas kualitatif ataupun kuantitatif. Continue reading “Barometer Nilai Kebudayaan”

Bahasa ยป