Sastra dan Sepak Bola

Asarpin
lampungpost.com

Dalam sebuah cerita tentang bola, Ugoran Prasad menampilkan sebuah kisah amat sederhana, tetapi menggugah dan kena. Ugoran begitu pintar mengolok-olok dengan bahasa yang tak terduga, dan mengejutkan.

Sepanjang kompetisi antarkota, sepasang ujung tombak kembar Gunung Terang mengamuk, demi membentang cita-cita tinggi. Tujuh gol untuk sepatu kaisar, 13 untuk sepatu Tuhan. Begitu juga Asan, yang sebenarnya cukup membuat satu gol saja. Continue reading “Sastra dan Sepak Bola”

Pengabdian Ala Sastrawan Lekra

M.D. Atmaja

Mengkaji keterkaitan antara karya sastra dengan kondisi sosio-budaya dan politik berarti melihat fungsi sosial sastra sebagai media propaganda yang dapat dijadikan sebagai media untuk mempengaruhi dan menggerakkan masyarakat pembaca. Sastra menempati posisi sebagai suara yang mengajak (atau setidaknya memberikan informasi) untuk melakukan perubahan, menjaga stabilitas (dan) keharmonisan kehidupan, telah melahirkan cabang ilmu sastra baru. Cabang ilmu ini mengambil dasar pada sejarah dalam proses penciptaannya yang kemudian disebut dengan realisme sosialis. Continue reading “Pengabdian Ala Sastrawan Lekra”

Tirani (dan) Tafsir

Damanhuri*
http://www.lampungpost.com/

“Jika Islam menguasai semua tradisi masa lalu dan menundukkannya dengan mekanisme khas baik lewat penolakan atau penerimaan, melalui penegasian maupun interpretasi-ulang,” demikian tulis Nasr Hamid Abu Zayd dalam buku Al-Nash, al-Sulthah, al-Haqiqah, “kaum muslim pun mampu menguasai tradisi umat-umat lain lewat cara yang efektif dan mengubahnya menjadi salah satu bagian dari pintalan nalar Islam.” Continue reading “Tirani (dan) Tafsir”

Bahasa yang ‘Diimani’ dan yang Terkapar

Bandung Mawardi*
http://www.lampungpost.com/

Sastra adalah ruang penciptaan, eksplorasi, dan pembunuhan bahasa. Kodrat ini memungkinkan penulis dan pembaca mengalami bahasa dengan perbedaan ideologi, etnis, agama, atau latar sosial-kultural. Bahasa dalam sastra memberi dan meminta untuk menentukan posisi diri dalam belantara wacana dan proses pembentukan atau keruntuhan negara. Continue reading “Bahasa yang ‘Diimani’ dan yang Terkapar”

Potret Pemain Sepak Bola sebagai si Malin Kundang

Sunlie Thomas Alexander **
lampungpost.com

APA artinya sebuah bangsa, juga Tanah Air? Sedalam apa pula makna darah yang mengalir dalam tubuh?

Di Provence, Agustus 1944, Said Otmari berjongkok dan meraup segenggam rumput kering. Diendusnya bau rumput itu, lalu mendekatkan ke hidung Messaoud. “Tidak seperti kampung halaman,” kata dia sambil menatap rekan seperjuangannya. Tak jelas ekspresi wajah Messaoud tatkala menjawab, “Tidak. Tanah Prancis memang lebih baik.” Continue reading “Potret Pemain Sepak Bola sebagai si Malin Kundang”

Bahasa ยป