Cerpen, Dialog, Naratif

Asarpin
lampungpost.com

Suatu hari saya ditanya oleh seorang teman yang kebetulan merasa mengikuti perkembangan cerpen kita. Katanya: apakah yang membedakan cerpen dengan naskah drama? Saya jawab: tidak ada bedanya, dan banyak cerpen itu berupa drama dan drama itu berupa cerpen.

Tentu saja teman saya itu tak puas dengan jawaban itu. Ia tetap penasaran. Lalu, setelah sejenak berpikir, ia pun mengajukan pertanyaan yang lain lagi: Apa perbedaan antara cerpen yang selama ini dimuat di Kompas dengan cerpen yang dimuat di Koran Tempo? Continue reading “Cerpen, Dialog, Naratif”

Vagina yang Haus Sperma:

Heteronormatifitas dan Falosentrisme dalam Novel Ayu Utami
Katrin Bandel
http://www.facebook.com/group.php?gid=38840078585

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berdebat dengan seorang kawan mengenai karya Ayu Utami. Setelah membaca beberapa tulisan saya yang mengkritik karya itu dan mempertanyakan politik sastra seputarnya, kawan saya tersebut dapat memahami pandangan saya. Tapi meskipun demikian, baginya novel Ayu Utami tetap memiliki sebuah kelebihan: Menurut pengamatannya, novel Saman merupakan karya pertama yang dengan cukup tepat merepresentasikan gaya hidup kelompok masyarakat tertentu, yaitu gaya hidup yang dipilih sebagian perempuan kelas menengah perkotaan di Indonesia (terutama Jakarta). Continue reading “Vagina yang Haus Sperma:”

Ludruk Roman CS: Menggebyar Grobogan

Fahrudin Nasrulloh

Ludruk di masa kini tidaklah bisa dilepaskan dari suatu kondisi sosio-kultural yang melingkupinya di sepanjang perjalalannya. Pengalaman yang paling memengaruhi yang meresap dalam masyarakat menjadi sebuah catatan yang tidak bisa diabaikan. Mungkin tak seorangpun yang sejak ia mengenal dunia di mana ia tinggal dan terlibat secara emosional dalam sebuah pertunjukan semacam ludruk lantas muncul tekad untuk menerjuni dunia ludruk. Waktu menggoreskan “tanda” peristiwa di sana, dan ruang menghadirkan berbagai kemungkinan yang akan menjalin pemaknaan dalam interaksi social yang lebih luas. Continue reading “Ludruk Roman CS: Menggebyar Grobogan”

Jombang dan Peta Kebangkitan Zaman

Sabrank Suparno *

1. Maulid Nabi Muhammad
Dalam buku yang ditulis Haikal dijelaskan bahwa Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabi’ul awal. Tanggal kelahirannya sama persis dengan tanggal wafat Beliau. Beberapa pengamat mencatat indikasi metodologi khusus bahwa orang-orang besar itu, hari dan tanggal lahirnya selalu sama dalam hitungan bulan qomariyah (bulan jawa tahun saka). Continue reading “Jombang dan Peta Kebangkitan Zaman”

Puisi Sufistik Palsu, Gelap, dan Dekade 1980-an

Tanggapan untuk Beni Setia

Indra Tjahyadi *
suarakarya-online.com

Ada dua hal menarik yang diutarakan oleh Beni Setia dalam tulisannya yang berjudul “Dandyisme Puisi 80-an” (Suara Karya, 25 November 2006), yakni: (a) tentang keberadaan puisi sufi, dan (b) perihal puisi gelap. Dalam esainya tersebut Beni Setia menyatakan bahwa puisi sufistik era 1980-an tidak lahir dari pengalaman riil, bukan ungkapan sesuatu yang Prima, tapi cuma dandyisme tema. Oleh sebab itu, menurutnya, puisi sufistik dekade 1980-an merupakan puisi palsu. Continue reading “Puisi Sufistik Palsu, Gelap, dan Dekade 1980-an”

Bahasa »