PUISI; Detak Bahasa di antara Pencipta Puisi dan Apresiator Puisi

Imron Tohari

Definisi Puisi

Bahasa sebagai salah satu sarana komunikasi seni, baik secara langsung maupun tidak langsung, begitu sangat dinamis. Dengan “bahasa” kita bisa mencari kedekatan secara emosional kepribadian masing-masing individu, yang dapat dikatakan mempunyai karakteristik dalam berbahasa yang cukup beragam. Dengan bahasa, setiap individu bisa saling berinteraksi dalam menangkap debar-debar emosi/rasa yang tak berujud yang ingin disampaikan padanya oleh individu lainnya. Dengan bahasa dan atau symbol-symbol bahasa, kita bisa menyampaikan pemikiran/opini dengan harapan tercipta imaji-imaji baru yang bisa mempengaruhi pola piker penerima pesan bahasa tersebut. Continue reading “PUISI; Detak Bahasa di antara Pencipta Puisi dan Apresiator Puisi”

KARYA-KARYA BESAR SASTRA “WAHYU PROFAN” DALAM SEJARAH MANUSIA *)

Sihar Ramses Simatupang
terpelanting.wordpress.com

Karya sastra memegang sebuah tanggung jawab yang begitu besar. Akademi Swedia “yang setia menganugrahi penulis dari berbagai belahan bumi dengan penghargaan Nobel” mengatakan pengarang melalui teks harus senantiasa memberikan peradaban dalam sebuah komunitas masyarakat. Hal ini kemudian menjadi pemahfuman betapa nilai ekstrinsik berperan penting dalam dimensi teks sastra. Continue reading “KARYA-KARYA BESAR SASTRA “WAHYU PROFAN” DALAM SEJARAH MANUSIA *)”

Ekologi Bahasa Sunda

Hawe Setiawan *
cetak.kompas.com

Ratapan penutur bahasa Sunda cenderung menggeser tema kerusakan ke kepunahan bahasa. Tema murung itu memang sejalan dengan kecenderungan menyusutnya bianglala bahasa di dunia. Namun, hal terpenting ialah cara merealisasikan hak orang Sunda atas bahasa ibunya seraya memastikan peran sosial bahasa itu kelak. Dalam hal ini adaptasi atas prinsip ekologi ke dalam bidang linguistik kiranya layak dilirik. Continue reading “Ekologi Bahasa Sunda”

Penyair dan Alquran dalam Rekaman Sejarah

Aguk Irawan MN *
Harian Republika

Penyair-penyair itu diikuti orang-orang yang sesat. Tidakkah kau lihat mereka menenggelamkan diri dalam sembarang lembah khayalan dan kata. Dan mereka sering mengujarkan apa yang tak mereka kerjakan. Kecuali mereka yang beriman, beramal baik, banyak mengingat dan menyebut Allah dan melakukan pembelaan ketika didzalimi. (QS As-Syu’ara, 224-227) Continue reading “Penyair dan Alquran dalam Rekaman Sejarah”

Filosofi Semar dan Makrokosmos Gus Dur

Dian Sukarno *
radarmojokerto.co.id

Semar dalam dunia pewayangan adalah manusia setengah dewa penjelmaan Sang Hyang Ismaya. Semar sendiri berasal dari kata tan samar, artinya tidak tertutupi oleh tabir. Terang trawaca cetha tur wela-wela sangat jelas tanpa terselubungi sesuatu. Semar adalah sosok yang nyata dan tidak nyata. Ada dalam tiada, tiada tetapi ada. Keberadaannya memang dimaksudkan untuk menjaga ketentraman di muka bumi (memayu hayuning bawana) dan ketentraman antar sesama umat manusia (memayu hayuning sasama). Continue reading “Filosofi Semar dan Makrokosmos Gus Dur”

Bahasa »