Teater dan Pesantren

Fahrudin Nasrulloh *
radarmojokerto.co.id

Apakah itu teater? Untuk apa manusia membutuhkan teater? Kenapa orang-orang berpeluh tenaga dan keringat bermain teater? Apa ada kebajikan yang dibuahkan dari menggeluti teater? Barangkali demikianlah orang pesantren yang awam atau yang merasa punya riwayat dengan pesantren yang kurang mengenal teater akan bertanya-tanya semacam itu. Jawabannya sederhana: di pesantren nyaris tidak dikenalkan bahkan dikembangkan seni teater yang bagi mereka tidak lebih sebagai produk budaya Eropa-Barat yang hingga kini telah menjadi bagian dari seni pertunjukan moderen di Indonesia dan mendapatkan apresiasi yang luas di seluruh belahan dunia. Continue reading “Teater dan Pesantren”

Profesi yang Terlupakan

Aguk Irawan MN *
cetak.kompas.com

Novel spektakuler Harry Potter tidak akan bisa dinikmati jutaan penggemar novel di Indonesia bila tanpa melalui proses penerjemahan. Berita-berita internasional yang berasal dari berbagai belahan dunia bisa dinikmati pembaca dalam negeri juga tidak terlepas dari jasa penerjemah.

Bisa dibayangkan, tanpa penerjemahan buku-buku berbahasa Inggris atau kitab-kitab berbahasa Arab, masyarakat akan kesulitan mengerti isi dari suatu buku atau kitab. Continue reading “Profesi yang Terlupakan”

IRONI TOETI HERATY

Maman S. Mahayana *

“Toeti Heraty adalah satu-satunya wanita penyair di tengah para penyair Indonesia mutakhir yang terkemuka.” [1] Demikian A. Teeuw mengawali komentarnya ketika memasuki topik pembicaraan Toeti Heraty di dalam konteks penyair Indonesia pasca-1966. Pernyataan kritikus sastra asal Belanda itu tentu bukan tanpa alasan. Ia memandang, kepenyairan wanita kelahiran Bandung, 27 November 1933 itu sangat khas. Oleh karena itu, ia punya tempat tersendiri di dalam peta kepenyairan Indonesia. Continue reading “IRONI TOETI HERATY”

APRESIASI ATAS PUISI PARA PENYAIR YANG TERCECER

KEGELISAHAN TANDA HIDUP

Maman S. Mahayana *

Kegelisahan tanda hidup: itulah yang memaksa manusia terus memelihara dinamika dan berkembang dengan berbagai kreativitasnya. Itulah yang menyebabkan para penulis-sastrawan, terus berkarya sepanjang usianya. Tak ada kata pensiun bagi penulis selama nyawanya belum melayang. Dan kegelisahan itu lahir dari sebuah elan yang datang bukan sekadar fanta rhei, segalanya mengalir dinamis, melainkan juga mengalir dengan semangat membangun sesuatu yang baru, mencipta dan menegakkan monumen. Atau, Continue reading “APRESIASI ATAS PUISI PARA PENYAIR YANG TERCECER”

Bahasa ยป