Bermula dari Sriwijaya

Beni Setia
suarakarya-online.com

AWAL dari fiksi berlatar Sriwijaya setebal xiv + 454 halaman ini, lihat Yudhi Herwibowo, Pandaya Sriwijaya TTK2 Dendam dan Prahara di Bhumi Sriwijaya, Sebuah Novel, Bentang Pustaka, September 2009-adalah cinta buta Pramodawardhani, putri pewaris tahta Samaratungga dan keponakan Balaputradewa, si pemangku estafet trah Sailendra. Yang memutuskan menikah dengan Jatiningrat, keturunan Sanjaya, hingga kuasa atas Mataram kuno dan Sriwijaya akan jatuh ke tangan trah Sanjaya, spontan patriarki bukan milik trah Sailendra lagi. Continue reading “Bermula dari Sriwijaya”

Catatan Antologi Puisi Ahda Imran

Alex R. Nainggolan*
http://www.suarakarya-online.com/

Jika seorang penyair menulis sajak-sajak sosial, barangkali kita sudah terbiasa. Realitas telanjang tentang carut-marut kehidupan, kebobrokan, kesewenangan, penindasan, kekalahan masyarakat lemah sudah banyak kita dapati dalam berbagai kumpulan sajak. Di deretan itu kita mencatat beberapa nama: W.S. Rendra, Taufiq Ismail, Wiji Thukul, Agus R. Sarjono, dsb. Sebagian besar sajak yang ditulis para penyair tersebut dengan ligat menelantarkan kita pada potret kondisi masyarakat kita, potret yang memang dihadapkan pada kita secara face to face. Continue reading “Catatan Antologi Puisi Ahda Imran”

Sastra Wangi Aroma Selangkangan

Agus Sulton
Kompas.com, 01/04/2010

Kemunculan para penulis wanita untuk meramaikan dunia sastra memang bisa dibilang memberikan warna tersendiri bagi dunia kesastraan. Tapi disisi lain terjadi pergeseran orientasi dalam dunia sastra Indonesia dan banyak orang awam mengatakan, karya mereka adalah sesuatu yang tabu. Bisa dibilang mereka adalah generasi sastra dunia ketiga—menolak tabu dalam budaya patriarki yang membelenggu kaum hawa, membuka sebuah kejujuran, menolak kritik penelaah tertentu, dan Continue reading “Sastra Wangi Aroma Selangkangan”

Elitisme Sastra Jawa

Beni Setia *
cetak.kompas.com

Temuan tersirat dari Festival Sastra Jawa dan Desa 2009 di Nglaran, Cakul, Trenggalek, adalah fenomena kuatnya ego kreatif sastrawan Jawa modern. Para kreator beranggapan problem sastra Jawa itu penciptaan dengan masalah eksplorasi dan eksploitasi tema dan bentuk ungkap di satu sisi serta mengekalkan teks ciptaan dalam ujud buku di sisi lain. Continue reading “Elitisme Sastra Jawa”

SASTRAWAN INDONESIA PASCA-ANGKATAN 66

Maman S. Mahayana *

BAGIAN I

Masalah angkatan dalam pelajaran kesusastraan Indonesia di sekolah-sekolah sering kali merepotkan para guru. Apakah setelah Angkatan 66, tidak ada lagi angkatan yang lahir kemudian? Jika ada, angkatan apakah namanya? Siapa pula yang termasuk angkatan ini dan apa saja karya yang telah dihasilkannya? Apa pula ciri-ciri yang menonjol yang diperlihatkan Angkatan pasca-66, sehingga ia berbeda dengan Angkatan 66? Continue reading “SASTRAWAN INDONESIA PASCA-ANGKATAN 66”

Bahasa »