Menemurupakan Gus Dur

Wahyudin *
jawapos.co.id

TAHUN 2009 ditutup dengan Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat. Itu tentu saja merupakan sebuah tutup tahun yang mengagetkan, menusuk kalbu, dan menerbitkan dukacita.

Gus Dur mengembuskan napas terakhir dalam umur 69 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, 30 Desember 2009, sekitar pukul 18.45. Berjuta orang percaya bahwa jika ajal menjelang, tak ada sesiapa pun yang kuasa menunda atau memajukannya walau sesaat. Namun, tetap saja kematian cucu Kiai Haji Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdatul Ulama, itu terasa mengejutkan. Continue reading “Menemurupakan Gus Dur”

MUHAMMAD YAMIN : PERINTIS PERSATUAN KEINDONESIAAN

Maman S. Mahayana *

Jika Muhammad Yamin, lewat Surat Keputusan Presiden RI, 6 November 1973, dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional, penghargaan itu sungguh merupakan penghormatan yang pantas. Yamin merupakan salah seorang tokoh pergerakan, pemikir, dan budayawan yang melihat kehidupan bangsa ini, ke masa depan jauh melampaui zamannya. Sebuah teladan dari sosok manusia yang gagasannya mengenai pentingnya persatuan bagi bangsa yang multietnik waktu itu, mutlak perlu segera dipancangkan. Continue reading “MUHAMMAD YAMIN : PERINTIS PERSATUAN KEINDONESIAAN”

Tiga Corak Rubrik Sastra Surat Kabar

Adek Alwi*
http://www.suarakarya-online.com/

PALING tidak, ada tiga corak rubrik sastra dalam surat kabar. Pertama, rubrik sastra yang tidak mengaitkan isi dengan sifat surat kabar yang bersifat umum, dibaca oleh publik yang luas dan beragam. Jikapun ada dari sifat surat kabar yang dipegang, adalah halaman surat kabar yang relatif sedikit dibanding majalah; sehingga cerpen, esai, artikel sastra yang dimuat tidak dapat terlalu panjang seperti dalam majalah. Continue reading “Tiga Corak Rubrik Sastra Surat Kabar”

Fanatisme Novel

Bandung Mawardi
http://www.suarakarya-online.com/

Novel kerap membuat pembaca sanggup membuat ramalan atas jalan cerita dan kemungkinan karakterisasi tokoh untuk dikenali dengan sekian referensi dan pengalaman atas diri manusia. Kebiasaan membaca novel memberi stimulus mengenali manusia dalam taburan tema. Novel dalam sejarah peradaban manusia seperti medium menginsafi diri dalam pilihan menerima dan menolak sesuai dengan patokan realitas atau imajinasi. Novel telah membuat hidup manusia jadi ganjil dan genap mengacu pada kodrat menjadikan diri sebagai makhluk literasi. Continue reading “Fanatisme Novel”

Bahasa ยป