Politik Citraan

Rakhmat Giryadi

Siapa yang tidak kagum dengan artis cantik nan anggun, Zaskia Adya Mecca? Kecantikannya bertambah lengkap dengan jilbab yang dikenakannya. Dia salah satunya bintang sinetron yang masih remaja membaiat dirinya untuk berbusana muslim. Maka dalam waktu singkat citra yang diinginkan Zaskia disambut positif oleh pemirsa TV. Continue reading “Politik Citraan”

Anand Krishna: Menulis Ibarat Melahirkan

Sutejo
Ponorogo Pos

Berawal dari penerbitan rekaman ceramah-ceramahnya tentang meditasi dalam bentuk buku pada tahun 1990, Anand Krishna lalu menjadi penulis buku yang sangat produktif. Hingga tahun ini telah 57 judul buku karya Anand dicetak, selain 7 judul buku audio dan 3 judul dalam bentuk VCD. Apabila dipukul rata selama 14 tahun, berarti setiap tahun ia dapat menulis sekitar empat judul buku! Continue reading “Anand Krishna: Menulis Ibarat Melahirkan”

Warisan-warisan Majapahit

Djulianto Susantio*
http://www.sinarharapan.co.id/

Majapahit merupakan sebuah kerajaan bercorak agraris terbesar di Indonesia. Keberhasilannya memakmurkan rakyat dan menjalin hubungan kerja sama dengan dunia luar, menjadikannya suri teladan bagi pemimpin-pemimpin bangsa pascakemerdekaan. Presiden Soekarno dan Menteri Pendidikan/Pengajaran Moh Yamin bisa disebut sebagai dua orang yang sangat mengagung-agungkan Majapahit. Continue reading “Warisan-warisan Majapahit”

INDIA

Djadjat Sudradjat
lampungpost.com

KEKERASAN bukanlah sesuatu yang jauh dari India. Ia negeri dengan takdir betapa konflik dan kekerasan seperti tidak bisa menjauh. Ia kerap dan dengan korban yang menciptakan horor. Di negeri ini, sejarah memang telah menulis jejak yang tidak enak bahwa kekerasan seperti spirit yang diwariskan turun-temurun. Seperti “cerita bersambung”. Sejak Mahatma Gandhi dibunuh seorang Hindu fanatik pada 1948. Continue reading “INDIA”

Menggali Jejak Kebangkitan

Budiman Sudjatmiko*
http://www.tempointeraktif.com/

Bagaimanakah kita harus memaknai seratus tahun kebangkitan nasional? Rasa-rasanya, bagi kebanyakan orang saat ini, sebuah perayaan sebagai bentuk parade sukacita bukanlah pilihan. Tentu tak mungkin menabuh gendang dan menari di kala rakyat masih dibelenggu oleh ancaman kesulitan hidup yang semakin menyesakkan hari demi hari.

Mungkin sebuah perenungan akan lebih tepat. Perenungan untuk mencari di manakah hilangnya jejak-jejak kebangkitan akan lebih bermakna justru di tengah semakin sirnanya asa akibat perhelatan tekanan kehidupan karena tersanderanya republik. Continue reading “Menggali Jejak Kebangkitan”

Bahasa ยป