MONOLOG MEMABUKKAN: MISTERI MENIKMATKAN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Mabuk, dalam bahasa sufistik, bermakna positif. Peristiwa saat seseorang berada di dalam alam ketaksadaran karena hanyut memasuki wilayah transendensi. Ia terpesona pada sesuatu yang entah. Ia tak lagi memahami alam sekelilingnya. Ia hanya merasakan nikmat yang dahsyat, mencekam, dan menyeretnya pada kisaran ketaksadaran. Itulah mabuk para aulia dan kaum sufi yang hendak membebaskan kerinduannya pada sesuatu yang transenden. Maka, simbol-simbol anggur, cawan, mabuk, rindu, cinta, hanyut, dan entah apa lagi, merupakan sarana ekspresinya untuk mengejawantahkan gejolak kecamuk perasaan yang bercampur-baur itu. Continue reading “MONOLOG MEMABUKKAN: MISTERI MENIKMATKAN”

Globalitas dan Lokalitas Dalam “Membayangkan Indonesia”:

Sebuah Kritik Pascakolonial
Saut Situmorang

Adalah studi terkenal dari Indonesianis asal Universitas Cornell, Amerika Serikat, Ben(edict) Anderson tentang nasionalisme yang membuat kita sadar bahwa konsep “nasionalisme” bukanlah lahir begitu saja dari langit biru di atas kepala, tapi merupakan sebuah realitas yang diciptakan oleh imajinasi di dalam kepala – sesuatu yang dibayangkan, sebuah konstruk kultural. Continue reading “Globalitas dan Lokalitas Dalam “Membayangkan Indonesia”:”

Tangan Tak Punya Air Mata

Djoko Pitono *
jawapos.com

MENGAPA banyak pemimpin tidak adil, korup, dan lebih memikirkan kepentingan sendiri? Salah satu jawaban atas pernyataan itu, mereka tidak membaca karya-karya sastra yang baik. Tidak percaya? Anda lihat sendiri di sekeliling Anda. Amati mereka. Kalau perlu, buat semacam penelitian secara sederhana.

Sebaliknya, banyak pemimpin terkemuka yang merupakan pembaca sastra yang baik. Entah sejarah, biografi, surat-surat, puisi, atau cerita-cerita fiksi. Continue reading “Tangan Tak Punya Air Mata”

Kapitalisasi Tubuh Perempuan

A. Sihabul Millah MA*
http://www.jawapos.com/

Pemutaran film Suster Keramas (SK) secara serentak di sejumlah bioskop beberapa waktu lalu menjadi isu kontroversial di tengah-tengah masyarakat. Namun, isu tersebut tenggelam oleh skandal Bank Century. Kalangan ulama di beberapa daerah melarang keras penayangan film horor berbau porno itu. Mereka menganggap film tersebut tidak mendidik, bahkan bisa merusak moral generasi bangsa. Sebab, isinya banyak mengumbar nafsu berahi dan mengeksploitasi tubuh perempuan. Continue reading “Kapitalisasi Tubuh Perempuan”

Penampilan yang Menguras Energi

A.S. Laksana *
jawapos.com

KEPADA Anda, para pemetik hikmah, saya mengucapkan selamat karena Anda pasti selalu bisa merayakan panen dalam menghadapi setiap kejadian –apa pun kejadian itu. Dalam kasus Century, misalnya, Anda bisa memanen banyak hikmah di sana.

Pertama, Presiden SBY setelah ditunggu sekian waktu, akhirnya menyatakan bertanggung jawab dan ia membela Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kebijakan penalangan Bank Century. Continue reading “Penampilan yang Menguras Energi”

Bahasa »