Sastra Remaja: Aset Luarbiasa

Evi Idawati *
kr.co.id

POPULER adalah cara gampang yang diburu remaja sekarang untuk mempunyai eksistensi yang diakui oleh masyarakat luas. Wajah dikenal banyak orang, kaya raya serta banyak dipuja remaja-remaja seantero nusantara. Untuk sampai pada kata populer banyak remaja yang berusaha keras, mencoba berbagai hal untuk mengembangkan potensi dan menemukan jati diri. Sastra menjadi satu pilihan di antara sekian. Ajang lomba nyanyi, pemilihan top model serta berbagai festival pelajar, baik kompetisi mata pelajaran atau kreativitas. Semua menjadi cara untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan juga bagi orang-orang yang dikasihi. Continue reading “Sastra Remaja: Aset Luarbiasa”

Restu Redaksi Untuk Sastrawan

Hendri R.H
oase.kompas.com

Sepertinya ini sebuah guratan takdir bahwasannya kami harus menyembah redaksi kebudayaan untuk dikatakan sebagai seorang sastrawan. Lalu apakah menjadi sebuah kemutlakan bahwa sastrawan harus melewati penggonjlogan redaksi sastra?

Gelar sastrawan bagi seorang penyair, penulis, esais, dan dramawan bukanlah proses formal sebuah pendidikan akademik. Ada semacam dikotomi bahwa sebenarnya pendidikan formal bagi sastrawan adalah media massa. Continue reading “Restu Redaksi Untuk Sastrawan”

Mpu Prapanca

MT Arifin
http://suaramerdeka.com/

?Ambeg sang maparah Prapanca kapitut mihati para kawiswarang para Milwamarnna ri kastawa nrepati dura pangiket ika lumra ing sabha Aning stutya ri jong bathara Girinatha…,? demikian bunyi Pupuh XCIV/ 1 kakawin Nagarakretagama, menerangkan bahwa orang yang dengan paraban Prapanca, tergerak hati menyaksikan para pujangga besar di negara, ikut mengarang madah pujian untuk Baginda: tanpa harapan akan tersebar merata di istana. Ia hanya bermaksud memuji Baginda Bhatara Girinata…. Continue reading “Mpu Prapanca”

Sastra Demak Masa Kini

Muhajir Arrosyid
http://www.suaramerdeka.com/

OTONOMI daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsanya sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan aturan perundang-undangan. Otonomi daerah menuntut kejelian daerah dalam melihat potensi-potensi daerahnya agar dapat mengangkat tingkat kesejahteraan daerah. Continue reading “Sastra Demak Masa Kini”

Tionghoa dan Subversi Sastra Melayu-Rendah

Rukardi
suaramerdeka.com

SASTRA Melayu-Rendah yang juga disebut sastra Melayu-Tionghoa, Melayu-China, Melayu-Pasar, atau Melayu-Lingua Franca, pernah hidup di bumi Nusantara. Meski usianya tak terlampau lama, sejak medio abad ke-19 hingga tahun 1960-an, telah mencatatkan peran penting dalam sejarah literasi di Indonesia.

Memeringati 80 tahun Sumpah Pemuda, Fakultas Sastra Undip bersama Masyarakat Tjerita Silat menggelar bedah buku, sarasehan, dan diskusi yang mengangkat tema di seputar bahasa dan sastra Melayu-Rendah. Continue reading “Tionghoa dan Subversi Sastra Melayu-Rendah”

Bahasa ยป