Virus Nulis Buku di Kalangan Mahasiswa

Nurudin*
http://www.jawapos.co.id/

KALAU dosen menulis buku, itu hal yang biasa. Tetapi bagaimana jika mahasiswa S1 yang masih kuliah menulis buku? Itu yang luar biasa. Geliat penulisan buku oleh mahasiswa sedang menggejala di beberapa perguruan tinggi. Setidaknya, hal demikian dibuktikan dengan terbitnya tiga buku karya mahasiswa komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang baru saja di-launching. Yakni; (1) Jejak Pers: Tapak-Tapak Kaki Kuli Tinta Mencari Jati Diri, (2) Kuda Troya Media Massa, dan (3) Kutu-Kutu Media, Seksualitas dalam Globalisasi Media. Continue reading “Virus Nulis Buku di Kalangan Mahasiswa”

MENGGUGAT SEJARAH, MENGGUGAT JAKARTA

CATATAN PERJALANAN SASTRA MELAYU KEGELISAHAN CERPEN RIAU KONTEMPORER
Maman S. Mahayana *

Rangkaian Pertanyaan

Di manakah letak (Melayu) Riau dalam peta kesusastraan Indonesia? Ketika kita mencoba memetakan posisi Riau dalam peta sastra Indonesia, bolehlah pertanyaan itu kita hadirkan, di tengah kemunculan (atau kebangkitan) kembali gejolak dan dinamika kesusastraan di berbagai kota di Air Tanah kita. Continue reading “MENGGUGAT SEJARAH, MENGGUGAT JAKARTA”

Satu Wajah, Dua Muka…

Damhuri Muhammad*
http://cetak.kompas.com/

Pekanbaru, Riau, 1954. Menteri Pendidikan dan Perkembangan Kebudayaan Mohammad Yamin berpidato. Tak lama selepas pidato itu, seorang lelaki naik panggung. Tanpa sungkan, ia menyanggah bahwa dalam urusan pendidikan, masyarakat Riau dianggap ?anak tiri? oleh pemerintah pusat. Buktinya, di Riau belum ada SMA negeri. Yamin tersinggung. Tergesa ia kembali ke Jakarta, tanpa sepatah kata pun. Beberapa hari kemudian, ia menyurati Gubernur Sumatera Tengah Marah Ruslan, sebagai pegawai pemerintah, tidak semestinya orang itu menggunakan istilah ?anak tiri?. Yamin meminta Marah Ruslan menyampaikan teguran itu. Continue reading “Satu Wajah, Dua Muka…”

Dam, Dam, Dam

Yopi Setia Umbara *
newspaper.pikiran-rakyat.com

AWALNYA saya tidak terlalu tertarik dengan esai Damhuri Muhammad (selanjutnya disebut Dam) yang berjudul “Kesadaran Puitis & Politik” yang diterbitkan di suplemen Khazanah di Pikiran Rakyat (Minggu, 5 April 2009). Karena, untuk sebuah esai judul macam itu biasa banget, kurang provokatif. Atau, mungkin Dam sengaja memilih judul itu, supaya tulisannya terkesan up to date. Maklum, pada waktu itu menjelang pemilu. Continue reading “Dam, Dam, Dam”

Penyair Rendra

Jakob Sumardjo
newspaper.pikiran-rakyat.com

UNTUK masa-masa mendatang, Rendra akan lebih banyak dibicarakan sebagai penyair. Karya-karyanya di bidang ini lebih monumental dibandingkan dengan karya-karya drama dan fiksinya (cerpen-cerpen). Sekurang-kurangnya, ia telah menerbitkan sepuluh kumpulan puisi dalam bentuk buku. Memang sejak 1970-an dia dikenal pula sebagai orang teater. Akan tetapi, karier awalnya sebagai penyair sudah dimulai sejak 1950-an. Continue reading “Penyair Rendra”

Bahasa ยป