Jalan Terjal Bung Kecil

Misbahus Surur *

Jalan diplomasi rupanya bagi sebagian orang masih bisa menyisakan celah pincang. Bahkan dalam rentang sejarah bangsa ini, ada beberapa tokoh yang antipati dan menentang habis-habisan jalan atau cara-cara seperti itu. Sebut saja, salah satunya dan yang paling keras adalah Tan Malaka. Dalam skala besar mencapai kemerdekaan negeri ini, ia adalah sosok yang sangat anti pada cara-cara diplomasi, kooperatif atau jalan persuasif semacamnya. Mengenai jalan yang ditempuhnya itu, Tan telah menunjukkan dirinya sebagai tipikal manusia yang anti imperialisme murni. Continue reading “Jalan Terjal Bung Kecil”

Orang Besar

Indra Tranggono *
jawapos.com

ADA pertanyaan yang mengusik jiwa ketika duka itu tiba. Kenapa manusia besar dan baik dipanggil Tuhan lebih cepat? Rendra, Gus Dur, Frans Seda, Munir, dan lainnya ”begitu cepat” meninggalkan bangsa yang selalu didera derita ini.

Tentu, pertanyaan itu bernuansa egois. Tuhan selalu punya perhitungan sendiri. Dan, maksud Tuhan selalu baik. Maka, kita pun harus ikhlas melepas manusia-manusia besar itu meski dada terasa sesak. Continue reading “Orang Besar”

Genealogi ”Seni Kerakyatan” Taring Padi

Muhidin M. Dahlan *
jawapos.com

PADA awal Januari 2010 ini, terbit satu buku seni rupa yang berjudul Taring Padi: Praktik Budaya Radikal di Indonesia (LKiS, 2010; 191 hlm). Buku karangan Heidi Arbuckle ini menambah deretan buku yang memaparkan gerakan seni (rupa) kerakyatan di mana dua tahun sebelumnya seniman Sanggar Bumi Tarung mengeluarkan ”buku putih” mereka dengan judul Amrus Natalsya dan Bumi Tarung (2008). Sementara itu, Moelyono, perupa radikal ISI yang terkenal dengan ”Koperasi Unit Seni”-nya pada era 80-an, sudah jauh hari memperkuat jejak seni kerakyatan dengan mengeluarkan buku Seni Rupa Penyadaran (Bentara Budaya, 1997; 120 hlm) dan Pak Moel Guru Nggambar (Insist Press, 2005; 75 hlm). Continue reading “Genealogi ”Seni Kerakyatan” Taring Padi”

Bagaimana Mengenali Manusia Penjahat?

A.S. Laksana *
jawapos.com

KETIKA memeriksa tengkorak Vilella, perampok terkenal Italia, Cesare Lombroso mendadak merasakan seperti sedang menerima wahyu yang rontok dari langit. Dalam gaya bahasa yang berbunga-bunga, kriminolog itu menulis: ”Tiba-tiba, secara terang-benderang bagaikan melihat dataran luas yang bermandikan cahaya, saya seolah-olah melihat dengan begitu jernih ciri-ciri manusia penjahat.” Continue reading “Bagaimana Mengenali Manusia Penjahat?”

Teks yang Mengguncang Penguasa

Munawir Aziz *
jawapos.com

SEJARAH peradaban diwarnai oleh berbagai pembantaian buku di berbagai ruang. Pembantaian buku dilakukan rezim penguasa dengan dalih stabilisasi dan penjernihan pikir manusia di ruang publik. Buku-buku yang mengancam kemapanan penguasa dilarang terbit, dibakar, maupun dibumihanguskan. Sejarah kusam atas nasib panjang perjalanan buku ini menghiasi berbagai catatan sejarah lintas zaman. Rezim penguasa dengan mudah membantai buku dengan instruksi dan dalil hukum yang dilakukan untuk memberangus peredaran buku. Continue reading “Teks yang Mengguncang Penguasa”

Bahasa ยป