Lugiena D?*
http://www.pikiran-rakyat.com/
DALAM khazanah sastra Sunda, bisa dipastikan bahwa sajak adalah bentuk sastra paling kemudian yang diterima publik sastra Sunda secara umum. Selain itu, sajak juga merupakan satu-satunya bentuk sastra yang sempat menimbulkan pro-kontra. Tidak seperti halnya carita pondok (carpon/cerpen) atau roman yang mulus banglus diamini tanpa penolakan, proses masuknya bentuk sajak ke dalam ranah sastra Sunda sempat melalui polemik yang cukup panjang. Bahkan bisa dikatakan, polemik tentang “hak hidup” sajak tersebut menjadi salah satu polemik terbesar yang pernah muncul dalam media massa Sunda, selain polemik undak-usuk basa di tahun 1980-an. Continue reading “Tiga Tonggak Sajak Sunda”
