Herta Muller, Ancaman Maut sampai Nobel Sastra

Yulia Permata Sari
mediaindonesia.com

PARA juri Nobel memuji karya-karya Herta Muller yang dianggap mampu menggambarkan pemandangan hidup kaum miskin dalam penindasan, kediktatoran, dan pengasingan, melalui keterusterangan puisi dan prosa. Sebagian besar kisah novel, esai, dan puisi tersebut berasal dari pengalaman pribadi kehidupannya sendiri.

Ia pernah diancam pembunuhan yang dilancarkan padanya di negara asalnya Rumania berpuluh tahun silam. Namun hal itu rupanya tidak mampu menghentikan sepak terjang penulis satu ini dalam berkarya. Continue reading “Herta Muller, Ancaman Maut sampai Nobel Sastra”

Wanita Dalam Khazanah Kesusastraan Sunda

Djasepudin *
pikiran-rakyat.com

Dalam khazanah sastra Sunda terbilang banyak para pengarang wanita. Namun, wanita pengarang bisa dibilang langka. Dominasi pria pengarang dalam sastra Sunda merupakan sebuah kenyataan tak terbantahklan.

Menurut Duduh Durahman, sejak kemunculan buku Wawacan Rusiah nu Kas?p karya Ny. R.H. Hadidjah diterbitkan Toko Buku M.I. Prawiranata tahun 1922 (cetak ulang Fa. Penerbit Galura 1964) hingga zaman setelah perang, kesusastraan Sunda mengalami kekosongan wanita pengarang. Continue reading “Wanita Dalam Khazanah Kesusastraan Sunda”

Membaca Aceh Dalam Sastra

Ahda Imran
http://www.pikiran-rakyat.com/

DALAM sejarahnya, Aceh tak pernah sepi dari perbincangan. Mulai dari kekayaan alamnya, masa lalu yang gemilang dengan sejumlah kerajaan besar, perlawanan rakyatnya terhadap kolonialisme, masa suram di tengah berbagai konflik, hingga bencana tsunami. Seluruhnya terekam dalam perkembangan karya sastra di Aceh, mulai sejak Hamzah Fanzuri, Nuruddin Ar-Raniry, Chik Pante Kulu, hingga generasi terkini, karya sastra Aceh merepresentasikan perkembangan sejarah yang menarik, baik sejarah ihwal Aceh dan kekayaan budayanya ataupun sejarah dalam kesusastraan itu sendiri. Continue reading “Membaca Aceh Dalam Sastra”

Kebajikan Khas Manusia Unggul (Ulul Albab)

A Qorib Hidayatullah
http://indonimut.blogspot.com/

Syahdan, John Wood, dewan eksekutif Microsoft melakoni tradisi hidup unggul. Lewat proyek raksasa di bidang humaniora (Room to Read) yang mengarsiteki 7.000 perpustakaan di seluruh pelosok dunia, John ?sapaan akrab John Wood? rela menanggalkan karir cemerlang di Microsoft lalu dia tapaki hidup mendengar jerit lirih panggilan kemanusiaan, yaitu meminimalisir angka buta huruf warga dunia ketiga, Nepal. Continue reading “Kebajikan Khas Manusia Unggul (Ulul Albab)”

Mencari Bangsa di Dalam Sastra

Manneke Budiman
pikiran-rakyat.com

Dalam berbagai diskusi dan perdebatan tentang sastra dan kebangsaan, kerap terbentuk opini atau kesan bahwa dalam khazanah sastra Indonesia modern, novel-novel Pramoedya Ananta Toer adalah contoh terbaik sekaligus klasik karya sastra yang berbicara tentang kebangsaan. Lebih jauh lagi, “derajat” kebangsaan karya-karya lain yang lahir pasca-Pram pun diukur dengan tetralogi Pram untuk dinilai kekentalan minat kebangsaannya. Continue reading “Mencari Bangsa di Dalam Sastra”

Bahasa ยป