Yulia Permata Sari
mediaindonesia.com
PARA juri Nobel memuji karya-karya Herta Muller yang dianggap mampu menggambarkan pemandangan hidup kaum miskin dalam penindasan, kediktatoran, dan pengasingan, melalui keterusterangan puisi dan prosa. Sebagian besar kisah novel, esai, dan puisi tersebut berasal dari pengalaman pribadi kehidupannya sendiri.
Ia pernah diancam pembunuhan yang dilancarkan padanya di negara asalnya Rumania berpuluh tahun silam. Namun hal itu rupanya tidak mampu menghentikan sepak terjang penulis satu ini dalam berkarya. Continue reading “Herta Muller, Ancaman Maut sampai Nobel Sastra”
