Sisi Gelap Festival Sastra Internasional

Hikmat Gumelar
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

Dengan rambut perak terurai sampai bahu, seorang lelaki kekar berkaus oblong merah dan bercelana jins biru melangkah menuju mikrofon yang berdiri sekitar dua meter dari pintu Pura Dalem Ubud, Bali. Cahaya lampu yang datang hanya dari arah depan membuatnya agak menunduk menahan silau. Setelah pembawa acara memperkenalkannya, ia menyapa publik yang kurang lebih 200 orang yang mayoritas kaum ekspatriat. Ia lalu mengucap bahwa satu kali Rendra membaca “Blues untuk Bonnie” untuknya. “Kali ini saya akan membaca Blues untuk Bonnie untuk Mas Willy.” Continue reading “Sisi Gelap Festival Sastra Internasional”

Mengajar Sastra tidak Mudah

Soni Farid Maulana
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

PADA dasarnya, guru bahasa dan sastra Indonesia mengenal dengan baik puisi “Senja di Pelabuhan Kecil” karya penyair Chairil Anwar, yang ditulis pada 1946. Apa sebab? Karena puisi tersebut sering dicatat penulis buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia untuk tingkat SMA. Namun demikian, bila ditanya lebih jauh, apakah Anda tahu puisi tersebut terdapat dalam buku puisi yang mana, khususnya bagi para guru yang mengajar di daerah, maka jawabnya adalah tidak tahu. Sebab buku-buku teks semacam itu sulit didapat, baik di perpustakaan sekolah maupun perpustakaan daerah. Continue reading “Mengajar Sastra tidak Mudah”

Ajak Siswa Mencintai Karya Sastra Sejak Dini

Yaya*
http://www.pikiran-rakyat.com/

Pintar berkomunikasi saja tidak cukup untuk membekali peserta didik. Sebab, kepintaran tanpa keindahan, bagaikan robot yang tak berperasaan. Robot memang pintar, tetapi tidak berjiwa.

KARYA sastra adalah implementasi dari keindahan berbahasa. Berbeda dengan bahasa sehari-hari, bahasa dalam sastra mempunyai ragam sendiri. Namun sayangnya, kemampuan siswa untuk mengapresiasi sastra–khususnya ragam bahasa yang digunakan–masih rendah. Continue reading “Ajak Siswa Mencintai Karya Sastra Sejak Dini”

Masa Depan Sastra (oleh) Perempuan

Kingkin Puput Kinanti
http://www.surya.co.id/

Saat ini dunia sastra booming dengan karya-karya berbau feminisme. Dapat dilihat di toko-toko buku berjejer nama-nama pengarang perempuan yang telah melahirkan karya sastra yang fenomenal dan spektakuler.

Sebut saja Ayu Utami yang telah berhasil menerobos pakem-pakem dalam karya sastra klasik. Keberaniannya mengangkat tema yang dianggap tabu dan diungkapkan dengan bahasa yang lugas dan menantang, menyebabkan Ayu Utami mendapat sanjungan sekaligus cacian. Ada beberapa kalangan yang kurang setuju dengan apa yang disampaikan Ayu lewat karyanya. Continue reading “Masa Depan Sastra (oleh) Perempuan”

Menyingkap Holocaust yang Terlupakan

Lukman Solihin
http://www.ruangbaca.com/

Sejarah tak hanya mencatat sesuatu yang heroik dan romantik. Sejarah juga (seharusnya) merekam dan mewartakan cerita pedih, sepedih tragedi Nanking. Jika tragedi itu tak tercatat, tradisi lisan akan merekamnya. Mungkin, kelak akan ada satu-dua generasi yang bakal mengungkap kebenaran cerita itu. Seperti Irish Chang.

Kalau bukan karena cerita memilukan yang dikisahkan orang tuanya, boleh jadi Irish Chang takkan pernah tahu riwayat salah satu tragedi terbesar di zaman modern itu. Continue reading “Menyingkap Holocaust yang Terlupakan”

Bahasa ยป