Gemarlah Membaca, Maka Cerdaslah Bangsaku

Made Taro*

Beranda

JUDUL di atas seperti kata-kata yang biasa diucapkan tukang sihir. ”Gemarlah Membaca, Maka Cerdaslah Bangsaku”. Kalau disimak, judul itu mengundang banyak tanya, antara lain: tidak cerdaslah bangsaku, dan apakah bangsa Indonesia tidak gemar membaca?

Agar tidak memancing penafsiran yang melebar, sebaiknya kata “cerdas” itu dibatasi dengan pengertian: sempurna perkembangan akal budinya. Pengertian itu sangat kena kalau dihubungkan dengan keadaan yang melanda sebagian masyarakat Indonesia kini, yakni lunturnya rasa kekeluargaan, hilangnya kesantunan, dan kurangnya pengendalian diri. Continue reading “Gemarlah Membaca, Maka Cerdaslah Bangsaku”

Fungsi Sastra dalam Tradisi Bali

Nyoman Tusthi Eddy

Beranda

KALAU para tetua Bali di masa lalu (khususnya yang beragama Hindu) menyuruh anak-anaknya mempelajari sastra, maka yang dimaksud dengan sastra bukan saja Sastra Indah (Pigeaud via Darusuprapta, 1976), tetapi juga bahan-bahan tertulis lainnya. Sebagian besar bahan-bahan ini bersubstansi agama, moral, dan etika yang dimaksudkan sebagai acuan hidup bagi pembacanya. Jadi, ruang lingkup sastra dalam hal ini meliputi seluruh karya tulis, bukan hanya seni sastra. Continue reading “Fungsi Sastra dalam Tradisi Bali”

Nyaring Suara Hati Perempuan

Sjifa Amori
http://jurnalnasional.com/

Dalam situs kesehatan Health24.com, dipaparkan hasil penelitian ilmuwan MTE studios, Dubai, yang memperlihatkan perbedaan signifikan dalam gaya bicara laki-laki dengan perempuan. Laki-laki menggunakan sekitar 9 ribu kata, suara, dan bahasa tubuh untuk berkomunikasi setiap harinya. Sedangkan perempuan menggunakan 21 ribu kata, suara, dan bahasa tubuh dalam komunikasi sehari-hari. Continue reading “Nyaring Suara Hati Perempuan”

Satire Barthes atas Tulisan

Misbahus Surur*
http://www.jawapos.com/

KITA tahu, Roland Barthes adalah sosok pemikir petualang yang sepanjang karirnya tak pernah berhenti memprovokasi pembaca dengan sokongan prinsip-prinsip gagasan baru. Membaca pikiran-pikiran Barthes -misalnya, mengenai dunia penulisan dan gejalanya atau tentang dunia kesusastraan berikut perkembangan kritiknya- kita seperti diajak berpikir-merenung lebih cerdas namun tetap asyik, sublim, dan konsisten. Karena itu, setiap buku barunya seolah mendedahkan ragam persoalan baru dengan sendirinya. Continue reading “Satire Barthes atas Tulisan”

Goethe Di Antara Mozart dan Beethoven

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=310

Pada Mozart, katanya hati mencurah dalam angan-angan yang halus, sedangkan pada Beethoven, angan-angan bercepatan dengan beraninya ke yang tak berakhir: itulah kepenuhan rasa yang berhadapan dengan keyakinan daripada tenaga (J. Van Ackere).

Kita dapat pergunakan keduanya, tergantung kejiwaan saat-saat membuahkan karya, bisa berpandangan Mozart ketika jiwa dalam keadaan tersedot peristiwa, terhisap daya pesona semisal kegemilangan iman. Continue reading “Goethe Di Antara Mozart dan Beethoven”

Bahasa ยป