Luka Dalam Sastra Indonesia dan Korea

Tjahjono Widijanto *
cetak.kompas.com

Teks sastra bukan saja merupakan dokumen keindahan bahasa semata, melainkan juga dokumentasi sejarah yang di dalamnya penuh dengan luka. Luka manusia, juga luka sebuah bangsa. Dalam soal luka ini, peristiwa dalam sejarah “resmi”, oleh sastra, tak dianggap sebagai realitas tunggal yang “benar” dan valid. Sastra mengolahnya sebagai satu hal yang harus dipertanyakan kembali. Continue reading “Luka Dalam Sastra Indonesia dan Korea”

Merayakan Chairil, Mengenang Pram

Umar Fauzi
surabayapost.co.id

Seperti berbagai pengultusan peringatan hari-hari besar atau hari bersejarah lainnya, kesusastraan Indonesia juga tidak luput dari tradisi tersebut. Bulan sastra atau oleh Sapardi Djoko Damono disebut sebagai hari sastra itu, jatuh pada bulan April, tepatnya pada tanggal 28 April. Peringatan ini ?sekaligus? untuk mengenang sang maestro sastrawan Indonesia Chairil Anwar. Dengan perkataan lain, nama besar Chairil dijadikan momentum sebagai hari Sastra Indonesia. Pada bulan ini diselenggarakan oleh berbagai pihak baik komunitas sastra maupun lembaga pendidikan berbagai macam kegiatan kesusastraan. Continue reading “Merayakan Chairil, Mengenang Pram”

Ketika Budayanya Digempur Habis-habisan di Mana Sastrawan Jawa?

Siti Aminah, Bonari Nabonenar*
http://www.surabayapost.co.id/

Seperti halnya data kependudukan umumnya, tidak ada data pasti mengenai jumlah orang Jawa saat ini. Namun, beberapa sumber menyebut 40% – 45% penduduk Indonesia yang berjumlah kurang lebih 235 juta ini adalah etnis Jawa. Sebagian besar dari mereka tinggal di pedesaan dan menjadikan pertanian sebagai tumpuan hidup utama.

Tidak berbeda dengan sektor lain, sektor pertanian juga tak lepas dari agenda ekonomi-politik global. Revolusi Hijau merupakan sebuah contoh bagaimana mesin ekonomi-politik globabal menggilas pertanian di Indonesia, termasuk Jawa. Continue reading “Ketika Budayanya Digempur Habis-habisan di Mana Sastrawan Jawa?”

Mendobrak Kebuntuan Sastra

Risang Anom Pujayanto
http://www.surabayapost.co.id/

Mereka yang sedang tumbuh, muncul dari kampus dan komunitas-komunitas sastra. Gerakan mereka memang tidak seagresif para penggiat sastra Jawa Timur era tahun 1980-1990-an yang getol ?melancarkan serangan? ke daerah-daerah di Jawa Timur dan luar Jawa Timur.

Komunikasi antar penyair antar kota dan provinsipun tergolong cukup intensif dilakukan oleh penggiat sastra 1990-an. Bahkan isu revitalisasi sastra pun lahir akibat dari komunikasi intensif antar penyair dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dan isu itu sempat menggetarkan wacana sastra di Indonesia. Continue reading “Mendobrak Kebuntuan Sastra”

HERO DALAM SASTRA KITA

Tjahjono Widijanto *
surabayapost.co.id

Dalam sebuah buku klasik yang berwibawa The March of Literature: From Confucius to Modern Time karya Ford Madox Fox, dapat ditemukan sebuah adigum yang mahsyur; “the quality of literreture, in short, is the quality of humanity”, teks sastra yang berkualitas tidak saja merupakan dokumentasi sastrawi semata-mata tetapi juga merupakan dokemtasi sejarah yang di dalamnya penuh dengan luka-luka manusia. Demikian pula yang dapat dicatat dari awal tumbuh dan perkembangan sastra Indonesia modern tak lepas dari persolan luka kemanusiaan dan luka bangsa. Continue reading “HERO DALAM SASTRA KITA”

Bahasa ยป