“Janur Kuning” Membingkai “Djakarta 1966”

Pak Harto Dalam Film Nasional

Yoyo Dasriyo
pikiran-rakyat.com

WAJAH film nasional terkesan belum “dihalalkan” untuk melukiskan kisah seorang presiden seutuhnya. Belum pernah lahir film biografi alm. Pak Harto, atau mantan Presiden RI lainnya. Romantika kehidupan alm. Ir. H. Soekarno, mantan Presiden RI pertama pun, belum mulus untuk dikemas ke dalam film. Continue reading ““Janur Kuning” Membingkai “Djakarta 1966””

Keutuhan Film Dakwah Belum Kembali

Yoyo Dasriyo
http://pr.qiandra.net.id/

USTAZ Syaiful Bachri terjengkang ke tepian rumpunan bambu. Dalam keremangan malam, Harun berniat menghabisi ustaz baru yang menarik hati Halimah, janda muda dambaannya. Belum juga kecemburuannya terpuaskan, Sutan datang menghadang amarah lelaki berandal itu. Padahal, mereka sama-sama pemabuk dan berteman di meja judi. Rupanya, Sutan santri murtad yang pernah dijuluki murid terpandai di Pesantren Al-Mustafa itu mulai menginsafi langkah sesatnya. Seketika lelaki ini terpanggil berjihad. Continue reading “Keutuhan Film Dakwah Belum Kembali”

Jejak Religius dalam Perpuisian Indonesia

Lukman Asya
http://www.infoanda.com/

Dalam konteks tulisan ini religiositas dimaknai sebagai religious feeling or sentiment atau perasaan keagamaan. Religiusitas berarti termanifestasikannya suatu keyakinan akan adanya kekuatan adikodrati di atas manusia; adanya suatu penyerahan diri, ketundukan dan ketaatan (Atmosuwito, 1989). Rohaniwan Muji Sutrisno mengartikan religiusitas sebagai intinya inti agama. Mangunwijaya (1982) memahami religiusitas lebih pada getaran hati nurani. Continue reading “Jejak Religius dalam Perpuisian Indonesia”

CERPEN INDONESIA KONTEMPORER

Maman S. Mahayana *

Dalam perjalanan sastra Indonesia, periode pasca-reformasi merupakan masa paling semarak dan luar biasa. Kini, karya-karya sastra terbit seperti berdesakan dengan tema dan pengucapan yang beraneka ragam. Faktor utama yang memungkinkan sastra Indonesia berkembang seperti itu, tentu saja disebabkan oleh perubahan yang sangat mendasar dalam sistem pemerintahan. Kehidupan pers yang terkesan serbabebas-serbaboleh ikut mendorong terjadinya perkembangan itu. Maka, kehidupan sastra Indonesia seperti berada dalam pentas terbuka. Di sana, para pemainnya seolah-olah boleh berbuat dan melakukan apa saja. Continue reading “CERPEN INDONESIA KONTEMPORER”

Bahasa ยป