Tag Archives: F. Moses

Matroni Muserang: Dari Madura ke Majelis Sastra Asia Tenggara

F. Moses *
JP Radar Madura, 26 Jul 2017

MADURA selalu menawarkan nama baru dalam kontes panggung kesusastraan Indonesia. Nama-nama penyair muda dari Madura tak pernah absen dari media-media yang setiap minggu memuat karya-karya sastra, cerpen, esai, dan terutama puisi. Di pulau yang dikenal dengan karapan sapinya ini: menjadi penyair seakan menjadi cita-cita hidup setelah naik haji, demikian seorang kawan dalam sebuah pertemuan berseloroh.

Mastera: Menyoal Cerpen

F. Moses
Lampung Post, 4 Agu 2013

PROGRAM Penulisan Majelis Sastera Asia Tenggara (Mastera): Cerpen Tahun 2013 sudah diberlangsungkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud, pada 24?30 Juni di Bandung.

Program itu diikuti oleh 20 peserta, mereka adalah Elida Nurhabibah (Sumatera Selatan), Mardiana K. (Jambi), Sartika Sari (Sumatera Utara), Yulizar Fadli (Lampung), Nana Sastrawan (Banten), Encep Abdullah (Banten),

Aku, Kau, dan Menghidupkan yang Mati

Judul : Dongeng Adelia
Penulis : Isbedy Stiawan Z.S.
Penerbit: Siger Publisher, Bandar Lampung
Cetakan : Januari, 2012
Peresensi : F. Moses *
http://www.lampungpost.com/

Sajak-Sajak F. Moses

http://www.lampungpost.com/
Litani Kata

Aku percaya pada satu kata
Frase dan klausa berkuasa
Mencipta langit puisi
Dan akan satu anak kalimat
Judulnya tunggal milik semua
Dikandung dari roh paragraf
Dilahirkan penyair perawan
Yang menderita sengsara

‘Bunyi-Bunyian Plus’ dalam Musikalisasi Puisi

F. Moses
http://www.lampungpost.com/

Musikalisasi puisi bukan semata adalah pengertian, melainkan peristiwa dunia proses kreatif. Semacam metamorfosis dari tiap instrumen; musik dan puisi itu sendiri. Maka untuk memahami musikalisasi puisi dapat dikatakan “mudah tapi sulit”; semacam dibutuhkan usaha konkret dari “bunyi yang abstrak”.

MUDAH kita memberikan bunyi konkret ke dalam puisi itu sendiri, semisal pemusik. Ia akan dengan mudah memasukkan instrumen menjadi pengiring puisi itu sendiri.