Para Gila

Fakhrunnas M.A. Jabbar
lampungpost.com

MAU merasakan jadi orang gila? Bacalah cerita ini. Seekor musang di siang tegak bercintaan dengan seekor rama-rama di pokok murbai di halaman belakang tempat tinggal kami. Musang jantan mencumbui rama-rama betina begitu seronok. Sampai-sampai menitik air liurnya. Mereka saling berkecupan. Saling birahi. Daun-daun murbai yang rindang itu sambil berguncang-guncang padahal angin tak bertiup sedikit pun. Pada mulanya hanya aku yang melihat kejadian itu. Tapi secara sengaja kukabarkan pada teman-teman yang lain. Tak peduli lelaki atau perempuan. Selang setengah jam kemudian, kami jadi beramai-ramai menyaksikan percintaan yang luar biasa itu. Continue reading “Para Gila”

Kemarau Air Mata

Fakhrunnas MA Jabbar
kompas-cetak.com

Debu jalanan yang pekat menyesakkan napas. Sebuah truk pengangkut tanah timbun mengepulkan debu itu sehingga menggelapkan pandangan. Panas terik memang telah berlangsung terlalu lama. Aku sendiri tak sanggup lagi membilang karena sudah terlalu lama didera derita. Pohon-pohon meranggas. Dedaunannya berguguran. Entah kapan lagi sang pohon akan berbunga dan berputik kembali. Continue reading “Kemarau Air Mata”

Hantu, Perempuan Sundal, dan Kebohongan Bramanto

Fakhrunnas MA Jabbar *
lampungpost.com

Akulah hantu itu. Tertiup angin aku datang ke pulau yang mulai gemerlapan ini. Tersebab lupa, aku tak tahu darimana aku tiba. Aku bisa berumah di awang-awang atau berhimpun dalam gemuruh hujan dan petir. Tak usahlah aku berterus-terang ihwal asalku. Orang-orang Melayu kebanyakan agak berpantang membincangkan soal itu. Kecuali, para batin dan bomoh yang sewaktu-waktu bisa saja memanggilku tanpa surat perintah sekali pun. Aku hanya takluk pada mantera dan bacaan gaib serta bau-bauan kemenyan atau ramuan kembang para batin atau bomoh tadi. Continue reading “Hantu, Perempuan Sundal, dan Kebohongan Bramanto”

PARIT DORBA

Fakhrunnas MA Jabbar
jurnalnasional.com

DORBA memang bukan Kranak. Keduanya pun tak pernah bersua sepanjang hidupnya. Dorba ada di tengah lahan gundul di kawasan pebukitan pedalaman Minas. Sedang Kranak berjuang di pedalaman Amazon. Hanya saja, dua-duanya terbilang suku asli di kawasan masing-masing. Dorba tak banyak tahu soal Kranak, suku Indian yang nasibnya tersudut dalam kepungan perubahan zaman. Itu pun setelah seorang peneliti suku Sakai menceritakan kegigihan Kranak padanya. Continue reading “PARIT DORBA”

Bahasa ยป