
Fatah Anshori * Continue reading “Macomber, Santiago dan Alkohol yang Mengalir di Tenggorokanmu”
Kekayaan-Kekayaan Kecil di Belakang Rumah Jun
Fatah Anshori *
Beberapa orang mencintai kerumunan dengan beragam cara. Orang-orang di desaku akan meninggalkan rumah dan isinya, ketika pada hari itu ada pagelaran wayang, ludruk, atau orkes—semacam istilah anak-anak desa untuk menyebut grup musik dangdut. Continue reading “Kekayaan-Kekayaan Kecil di Belakang Rumah Jun”
Di Sebuah Lift dengan Dua Orang yang Saling Diam
Fatah Anshori *
Beberapa hari itu aku memang kerap bermimpi aneh. Aku tidak bisa menggambarkan dengan jelas. Hanya saja, kadang aku percaya mimpi datang dari apa-apa yang kerap kita pikirkan pada hari-hari tersebut. Awal April itu memang aku sedang dalam kondisi berantakan. Kepalaku seperti dibelah menjadi beberapa bagian. Continue reading “Di Sebuah Lift dengan Dua Orang yang Saling Diam”
Sepasang Wisatawan Tiba-tiba Tak Bernyawa Setelah Bermalam di Sebuah Desa
Fatah Anshori
“Tapi aku sudah tujuh belas kali mendengar suara orang menyapu pada pukul tiga dini hari di rumah tua itu,” Mara dengan hati-hati memilah jalan di pematang sawah yang agak licin. Sepasang kaki indah itu seolah sudah terbiasa dengan jalanan di pematang sawah yang becek dan sedikit licin itu. Aku berjalan di belakangnya mengikuti ke mana ia akan pergi petang itu. Langit sudah tampak merah-merah kelabu, sesekali Camar-camar itu terbang melintas di atas kepala kami. Dan aku ingat kata-katanya barusan. Continue reading “Sepasang Wisatawan Tiba-tiba Tak Bernyawa Setelah Bermalam di Sebuah Desa”

