Tag Archives: Firman Venayaksa

DRAMA TERLARANG OPERA KECOA PADA REZIM ORDE BARU

Nandang Aradea *, Firman Venayaksa **
teaterproses.blogspot.co.id

Seni dan Kekuasaan

Kelahiran drama Indonesia memiliki tempat khusus dalam sejarah Indonesia sebagai sebuah bangsa. Menurut Saini, (dalam Sahid 2000:45) drama Indonesia adalah salah satu refleksi dari kelahiran dan pertumbuhan sebuah bangsa Indonesia.Tengok saja misalnya dalam masa pergerakan, pengolahan tema-temanya lebih mengekspresikan kesadaran-kesadaran dan aspirasi-aspirasi kebangsaan. Setelah Indonesia menyelamatkan kemerdekaannya, tema-tema itu bergeser pada ekspresi penderitaan maupun kegembiraan dari pertumbuhan sebuah bangsa yang masih dalam proses membangun.

KONSEP RUMAH DUNIA: POTONG GENERASI!

Firman Venayaksa *)
http://keluargapengarang.wordpress.com/

Kehadiran perpustakaan sebagai tempat untuk mencari ilmu dan menggali informasi tentang pelbagai hal nampaknya memang tidak bisa disingkirkan dalam peradaban kehidupan manusia yang semakin pesat berkembang. Namun perpustakaan yang selama ini hadir ternyata hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat kita. Tidak menjadi barang skunder apalagi primer.

Aku Datang Bersama Lautan *

Firman Venayaksa
http://www.fesbukbantennews.com/

Sambil mendengar lengking burung kematian, aku berdiam di altar langit, bersiap melanjutkan kembali pekerjaanku. Mataku terus saja menyapu tiap adegan yang dipertontonkan Allah; sukma-sukma yang meronta, nafas yang terkubur lumpur, muka yang jengah, mata yang terbelalak, penuh dengan sobekan-sobekan kejadian, seakan tak sanggup menampung kecemasan tentang lautan yang tak lagi ramah. Marah! Kemudian aku melayang-layang di tengah himpitan ketakutan mereka dan aku mengintip sepasang lelaki dan perempuan sedang sibuk dengan kalimat-kalimat.

Absurditas yang Menggairahkan

Firman Venayaksa
http://www.jurnalnet.com/

PENGALAMAN membaca Payudara memang sungguh menggairahkan. Apalagi dengan kesadaran di depan bahwa yang kita baca merupakan karya sastra yang berdimensi filsafat, tentu akan menambah gairah kita dalam menyelami simbol-simbol filosofis yang memang banyak sekali menyapa kita di dalam novel tersebut.

Puisi-Puisi Firman Venayaksa

http://oase.kompas.com/
kekasih 1

sesaat adalah waktu yang lama untuk bergumul dengan jarijari syair langit dan teduh giri. mereka sudah mau kukabari tentang puisi lalu berbalik mengabariku dengan celoteh pagi hari

dan juga tetes susu di puting coklatmu untuk mereka. seperti lem perekat tikus yang kita beli di alfamart. likat. rekat. dirindu.