PANGGUNG POLITIK KAUM MUDA

Gugun El-Guyanie*
http://media-lamongan.blogspot.com/

Muda atau tua bukan sekedar siklus biologis, namun memiliki makna politis yang strategis. Kaum muda dan kaum tua sama-sama memiliki kepentingan untuk tampil di medan politik untuk berkuasa dan memimpin. Kaum tua lebih matang, namun penuh pertimbangan yang membutuhkan waktu panjang untuk berdialektika. Kaum muda lebih progresif, namun memilih jalan pintas yang serba instant. Panggung politik Indonesia saat ini harus memberikan skala dan target yang jelas. Berapa persen kebijakan-kebijakan harus diambil cepat dan progresif, dengan karakter pemimpin muda. Berapa persen pula kebijakan butuh pertimbangan, jangka panjang, khas karakter orang tua. Continue reading “PANGGUNG POLITIK KAUM MUDA”

Muslim Tradisionalis Sekaligus Modernis

Gugun el-Guyanie
http://www.jawapos.com/

“Kita mengenang karena sayang, kita bernostalgia karena cinta, dan kita meruwat karena hormat.”

Memori sejarah dunia Islam harus kembali membuka file-file lama untuk menemukan tokoh besar dalam sejarah perjalanan Islam di Indonesia dan dunia. Buya HAMKA, nama itulah yang menjadi penanda penting bagi kehidupan umat Islam di Indonesia khususnya. Continue reading “Muslim Tradisionalis Sekaligus Modernis”

FENOMENA SELEBRITISME POLITIK

Gugun El-Guyanie

Saatnya kita buktikan fenomena “zaman edan” yang dialami bangsa Indonesia. Banyak selebritis yang gila kekuasaan, sebaliknya banyak politisi yang ingin jadi selebritis. Kursi bupati-wakil bupati, gubernur-wakil gubernur, atau kursi legislatif dan calon legislatif 2009. Bahkan banyak partai politik; partai islam, partai nasionalis, partai kecil, partai besar menempatkan nama-nama artis sebagai pengurus partainya. Sungguh bangsa kita telah hidup tanpa parameter dan skala yang jelas. Pandangan bangsa kita sudah kabur untuk membedakan mana politik mana industri, mana Tuhan mana berhala, mana pemimpin mana maling, atau juga membedakan mana anjing mana kambing.
Continue reading “FENOMENA SELEBRITISME POLITIK”

LUDRUK; KESENIAN DAN PERLAWANAN KAUM MARGINAL

Gugun El-Guyanie

Kemarin rakyat digemparkan dengan isu “reog Ponorogo” yang diklaim oleh Malasyia. Sekarang kita munculkan wacana seni ludruk yang sama-sama dari Jawa Timur sebagaimana Reog dilahirkan. Ini kita maknai sebagai suatu sikap kultural-apresiatif terhadap kekayaan warisan seni lokal di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekali lagi marilah mengangkat dengan hormat produk seni nenek moyang yang diinjak-injak anak cucunya sendiri. Juga mencintai dan merasa memiliki (sense of belonging) karya-karya tradisional yang dianggap kampungan (subaltern).
Continue reading “LUDRUK; KESENIAN DAN PERLAWANAN KAUM MARGINAL”

Warisan Peradaban Bengawan Solo

Gugun el-Guyanie

Dalam catatan sejarah, peradaban suatu bangsa selalu dilahirkan oleh peradaban sungai. Mesir dengan Peradaban lembah Sungai Nil-nya , China dengan peradaban Sungai Yang Tse Kiang-nya, India dengan peradaban Sungai Gangga. Yang jelas, tinggi rendahnya peradaban ataupun kebudayaan umat manusia berkaitan erat dengan interaksinya dengan sungai. System religi, adat istiadat, teknologi, dan juga sistem ekonomi dan politik amat sangat ditentukan oleh keintiman bercinta dengan sungai.
Continue reading “Warisan Peradaban Bengawan Solo”