Tag Archives: Gugun el-Guyanie

FPI dan Penodaan Citra Agama

Gugun El-Guyanie
http://suaramerdeka.com/

Aksi anarkis Front Pembela Islam (FPI) kembali menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila, Minggu (1/6) di Monas, Jakarta.

Tindakan brutal dengan mengibarkan bendera Islam itu justru melukai sejumlah tokoh Islam yang bergabung dalam AKKBB. Aksi kekerasan yang dilakukan oleh FPI itu adalah untuk kesekian, setelah berulang kali merusak dan menyerang kelompok yang tidak sependapat dengan mereka. Wajar jika banyak tuntutan dari organisasi kemasyarakatan (ormas) lain yang moderat, menuntut pemerintah untuk membubarkan FPI. Beragama dengan gaya premanis ala FPI sangat menodai Pancasila yang telah disepakati sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.

Setelah Empat Tahun Cak Nur Wafat

Gugun El-Guyanie
http://www.suaramerdeka.com/

?Tuhan akan mengutus seorang pembaharu pada pembukaan abad? (Al-Hadist)
Dari hadist di atas bisa ditangkap secara epistemologis, kelahiran seorang pembaharu sosial, mengikuti siklus seratus tahunan. Dalam konteks ini Nurcholis Madjid, yang tepat 29 Agustus diperingati haul ke-4, adalah seorang pembaharu yang diutus Tuhan dalam siklus seratus tahunan.

Karena Hukum Tidak di Ruang Hampa

Buku Sosiologi Hukum, Esai-Esai Terpilih
Gugun El-Guyanie
http://www.suaramerdeka.com/

Pak Tjip almarhum, diakui oleh publik Tanah Air sebagai mujtahid (pembaru) dalam bidang hukum. Karena lompatan-lompatan ijtihad-nya, ilmu hukum menjadi tidak angker dan elitis, atau hanya berada dalam ruang yang abstrak dan hampa. Karena Pak Tjip, perangkat ilmu-ilmu sosial, termasuk sosiologi bisa menjadi pisau analisis yang menyentuh, bahkan menguliti angkernya disiplin ilmu hukum.

Supersemar: Surat Pusaka Para Penguasa

Gugun El Guyanie
http://www.bernas.co.id/

SIMPANG siur sejarah surat pusaka “Supersemar” tanpa tersadari oleh seluruh elemen bangsa telah berusia 44 tahun. Surat Perintah Sebelas Maret 1966 yang menjadi penanda beralihnya singgasana kekuasaan dari Orde Lama yang dibintangi Soekarno, ke Orde Baru dengan Soeharto dan militernya. Sejarah memang telah menjadi milik penguasa. Terbukti rezim Orde Baru menancapkan taring kekuasaannya, dokumen tentang surat pusaka yang sakti Supersemar tidak pernah dikupas legitimasinya.

Nasionalisme Dari Yogyakarta

Gugun El-Guyanie*
http://m.kompas.com/

ben ik Westers opgevoedt, ik blijf en ben een Javaan&. walaupun saya dididik cara Barat, saya tetaplah orang Jawa. (Sultan Hamengku Buwono IX).

Bangsa Indonesia seharusnya menemukan kembali ruhnya melalui momentum-momentum historis. Salah satu momentum yang menjadi etos penting kebangsaan adalah Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.