Hamka: Kursi MUI dan Filsafat Bika

Marjohan
harianhaluan.com

Siapa tak kenal Hamka! Tak cuma dikenal sebagai buda­yawan, sastrawan, pujangga dan sejarawan. Lebih dari itu, beliau adalah ulama besar, terpandang, kaya harga diri dan bertahta di hati umat hingga kini. Begitu tersematnya tokoh yang lahir pada 17 Februari 1908—bertepatan dengan tahun Ke­bang­kitan Nasional Indonesia ini, tidak saja pada kaum kulturalis, tapi juga elite struk­turalis—tak heran pada Juni 1975, pengarang novel Tengge­lamnya Kapal Van Der Wijck (1937) itu, Continue reading “Hamka: Kursi MUI dan Filsafat Bika”

Buya Hamka Pahlawan Moderat

(Refleksi Hari Pahlawan)

M Rizqi Azmi *
padangekspres.co.id

Tahun ini presiden menyerahkan tujuh gelar pahlawan nasional kepada orang-orang yang telah berjasa besar mempertahankan dan /atau mengisi kemerdekaan Indonesia.Ketujuh nama tersebut adalah Mr Sjafruddin Prawiranegara, Idam Chalid, Buya Hamka, Ki Sarmidi Mangunsarkoro, I Gusti Ketut Pudja, Sri Susuhunan Pakubuwono X, Ignatius Joseph Kasimo. Continue reading “Buya Hamka Pahlawan Moderat”

Buya Hamka Jadi Pahlawan Nasional

Undri
harianhaluan.com

Kita bangga dan bersyukur, berdasarkan Keputusan Pre­siden Nomor 113 TK 2011 Pemerintah Republik Indo­nesia meng­anugerahkan gelar pahlawan nasional kepada tujuh tokoh bangsa yang telah berjuang demi kepentingan negara. Salah-satu tokoh bangsa tersebut yakni Buya Hamka atau na­ma lengkapnya Haji Abdul Malik Karim Amrullah dari Sumatera Barat. Sebelumnya, upaya pengusulan Buya Hamka menjadi pahlawan nasional telah dilakukan dalam berbagai upaya seperti melakukan pengkajian, seminar dan lainnya baik oleh per­guruan tinggi maupun pemerintah daerah sendiri. Kini, upaya tersebut telah berbuah hasil. Continue reading “Buya Hamka Jadi Pahlawan Nasional”

Imajinasi Kebangsaan HAMKA Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der WijcK

Wahyudi Akmaliah Muhammad *
indonesiaartnews.or.id

I
SUNGGUH tidak mengenakkan menjadi bangsa yang setengah (baca: blasteran). Di negeri asal ia tak dikenal, di negeri tempat di mana ia tinggal tak diterima. Lebih menyedihkan, perihal dan lakunya yang sekiranya cukup berperan dalam kemajuan negeri, tidak pernah tercatat dalam lintasan sejarah. Continue reading “Imajinasi Kebangsaan HAMKA Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der WijcK”