Hasif Amini
Kompas, 07 April 2004
DI masa kanak ia pernah tersihir oleh satu lukisan yang terpasang di dinding kamar tidur ibunya: karya entah siapa, tentang sebuah duel yang baru usai. Seorang lelaki, terpuruk di dekat sederet pohon meranggas, dengan luka tembak di perut, hendak dipapah naik ke kereta es oleh dua rekannya; di kejauhan tampak siluet seorang lelaki lain tengah berjalan menjauh ke padang salju yang luas dan senyap. Continue reading “Marina”
