Hikayat Wong Cilik di Tengah Sastra Urban (I)

Helvy Tiana Rosa
Republika, 21 Sep 2008

“Sastra bukan sekadar menyapa. Ia telah memerdekakan saya dengan caranya sendiri….” (Syifa Aulia)

Kalimat yang dilontarkan Syifa Aulia di tengah canda teman-temannya di Kowloon Park bertahun-tahun lalu itu ternyata serius.Lebih kurang 10 tahun lalu ia berangkat ke Hong Kong, salah satu kota paling sibuk di dunia, untuk mengadu nasib yang lebih baik, meski harus menempuh jalan sebagai seorang domestic helper (PRT). Continue reading “Hikayat Wong Cilik di Tengah Sastra Urban (I)”

Bukavu, Cerpen-cerpen Puitis Helvy Tiana Rosa

Ahmadun Yosi Herfanda
Koran Republika

Cerpen tak sanggup membatalkan Helvy Tiana Rosa dari seorang penyair.
Komentar pendek (endorsement) Putu Wijaya itu memang tidak tepat benar, tapi cukup mewakili gaya beberapa cerpen Helvy Tiana Rosa yang terkumpul dalam buku kumpulan cerpen terbarunya, Bukavu: puitis. Helvy tentu tidak bermaksud menulis puisi dalam Bukavu, tapi citarasa bahasanya sebagai penyair cukup mempengaruhinya dalam menuliskan cerpen-cerpennya, sehingga hasilnya adalah narasi-narasi puitis, yang kadang simbolik, konotatif, dan bermajas, layaknya baris-baris puisi. Continue reading “Bukavu, Cerpen-cerpen Puitis Helvy Tiana Rosa”

9 Pertanyaan untuk Helvy Tiana Rosa

: Ingin Karyanya Diterjemahkan ke 100 Bahasa

Vien Dimyati
jurnalnasional.com

HELVY Tiana Rosa, perempuan dosen dan sastrawan muda Indonesia yang telah menulis lebih dari 45 buku. Berupa kumpulan cerpen, novel, cerita anak, drama, kritik sastra, kumpulan esai, kumpulan puisi, dan sejumlah antologi.

Sosok yang tergolong cuek dan nyantai kelahiran Medan, 2 April 1970, ini kerap diundang berbicara dan membacakan karyanya di dalam negeri. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Helvy Tiana Rosa”

MENDULANG SPIRITUALITAS MENULIS HELVY TIANA ROSA

Sutejo
Ponorogo Pos

Dalam sebuah wawancara kecil dengan Kompas, seorang penulis perempuan berbakat pernah bilang begini: “Saya tidak ingin menyia-nyiakan talenta dari Tuhan dan menjadikan menulis sebagai salah satu bentuk ibadah.” Salahkah? Tentu, tidak. Karena, memang kita diciptakan oleh Tuhan untuk beribadah. Mengikat ilmu dengan menuliskannya, dengan sendirinya ibadah. Continue reading “MENDULANG SPIRITUALITAS MENULIS HELVY TIANA ROSA”

Bahasa ยป