Helvy Tiana Rosa
Republika, 21 Sep 2008
“Sastra bukan sekadar menyapa. Ia telah memerdekakan saya dengan caranya sendiri….” (Syifa Aulia)
Kalimat yang dilontarkan Syifa Aulia di tengah canda teman-temannya di Kowloon Park bertahun-tahun lalu itu ternyata serius.Lebih kurang 10 tahun lalu ia berangkat ke Hong Kong, salah satu kota paling sibuk di dunia, untuk mengadu nasib yang lebih baik, meski harus menempuh jalan sebagai seorang domestic helper (PRT). Continue reading “Hikayat Wong Cilik di Tengah Sastra Urban (I)”
