Tag Archives: IBM. Dharma Palguna

Antara Putu Wijaya dan Asalnya…

Tidak Ada Saling Intervensi, Kalah Menang Atas Asal…
IBM. Dharma Palguna
http://www.balipost.com/

MENGAPA karya-karya Putu Wijaya yang jauh dari tema Asal justru mengingatkan seorang pembaca seperti saya tentang asal?

Dalam sastra klasik pengarang itu dicitrakan sebagai pengembara estetis. Satu pertanyaan yang paling sering ditujukan kepada seorang pengembara, di mana pun dan kapan pun, adalah ”dari mana ia datang”. Itulah pertanyaan streotip tentang Asal.

Realisasi Mantra Suara Aksara

Gong Batu Gong Gong Besi…
IBM. Dharma Palguna
http://www.balipost.co.id/

BAYANGKANLAH bagaimana rasanya menonton pertarungan dua makhluk aneh, Rangda dengan Barong, tanpa ada bunyi gong yang mengiringinya. Bayangkan pula bagaimana jadinya pawai ogoh-ogoh bila tidak ada gong yang menyertainya. Juga bayangkan bagaimana jadinya pertunjukan-pertunjukan seni lainnya bila tanpa disertai bunyi gong. Dan jangan lupa pula membayangkan yang sebaliknya, bagaimana kira-kira bila seperangkat gong nyangklek (terbengkalai) lantaran tidak ada orang yang menabuhnya.

Deburan Keindahan Kekuatan…

Mengetahui, Mengalami dan Menjadi…
IBM. Dharma Palguna
http://www.balipost.co.id/

PERTEMUAN laut dan gunung tidak hanya memperlihatkan keindahan yang kasatmata, tapi juga menyembunyikan keindahan yang gaib, halus, dan rahasia. Keindahan terselubung itu konon menurut para yogishwara dan kawishwara memiliki kekuatan metafisika.

BAGAIMANA jalan menuju keindahan terselubung itu?

Metafora, Sebuah Tanda Bayangan Selembar Nyawa

IBM. Dharma Palguna
http://www.balipost.co.id/

SAYA tidak tahu sudah berapa jumlah orang yang mati hanyut di sungai Ho. Babad tidak bertutur tentang korban seperti itu. Karena Babad adalah tempat orang bertutur tentang para pelaku kebesaran dan keluhuran sejarah mereka.

Bukan salah Babad, bukan pula salah orang yang mati hanyut di sungai Ho. Karena bahkan pada zaman sekarang pun tidak ada orang atau lembaga yang menyempatkan diri untuk menghitung-hitung jumlah pelaku penyeberangan yang kemudian menjadi korban oleh deras arus sungai di musim penghujan.

Metafora Mencari Jejak Bangau Terbang

Sastra tanpa Aksara dalam Lontar tanpa Tulis…
IBM Dharma Palguna
http://www.balipost.co.id/

BATIN punya telinga, biasa disebut telinga batin. Badan jasmani punya dua telinga. Tidak tahu saya, berapa banyaknya telinga batin. Tak juga saya diberitahu oleh siapa pun, apakah telinga batin berhubungan dengan pikiran, atau dengan ego, atau barangkali berhubungan dengan intelek.