Tag Archives: Ida Ahdiah

Rindu Ibu pada Bumi

Ida Ahdiah
http://www.suarakarya-online.com/

Di awal musim gugur itu Ibu duduk di tepi jendela, menyaksikan daun-daun lepas dari tangkainya. Daun-daun yang telah berubah warnanya, kuning, merah, dan tembaga itu mendarat di atas rumput yang mengkerut kedinginan. Bumi telah kehabisan kehangatannya. Sebentar lagi pohon-pohon itu kesepian, ditinggalkan daun-daun. Angin yang menderu-deru bersekutu dengan angkasa yang buram, tak bercahaya.
Kulihat dua titik air bening di kedua sudut mata Ibu. “Apakah Ibu tidak bahagia?” Tanyaku.

Setengah Restu

Ida Ahdiah*
http://www.jawapos.com/

Pandan menghentikan mobil di tepi persawahan yang sambung-menyambung hingga menyentuh kaki bukit yang berjajar memagari kampung-kampung kecil. Dari kejauhan tampak asap mengepul dari bakaran jerami kering sisa panen. Aromanya mengapung di udara, mengingatkan Pandan pada aroma merang bakar yang dulu digunakan Ibu untuk membersihkan rambutnya yang panjang, merapat melewati pinggul. Semasa kecil dulu, Pandan paling suka menciumi rambut Ibu sehabis keramas, membelitkannya di leher, membuatnya geli sendiri. Kemudian Ibu akan meminta ia membantu menyisir rambut dari belakang.

Kacamata Hitam Iyam

Ida Ahdiah
http://www.suarakarya-online.com/

Sejak sebulan lalu, tiap pagi, menjelang berangkat kerja, Iyam punya upacara rutin, memakai kacamata hitam di depan cermin di dinding ruang tamu, rumah petaknya. Sebelum dipakai, kacamata itu ia lap dengan tisu yang lebih dulu dicelup ke air. Setelah lapannya merata di lensa, ia keringkan dengan tisu kering. Baru kemudian ia kenakan kacamata bergagang tebal dan lebar dengan lensa sebesar piring kecil yang biasa digunakan untuk tatakan gelas kopi suaminya, Warno, itu.

Miss Konseli

Ida Ahdiah*
http://www.jawapos.com/

BARU saja, Andrea, siswi kelas 2 SMA, menghubungi seluler Miss Konseli, begitu siswa-siswa di sekolah memanggil Rima. Sore itu juga ia ingin bertemu dengannya untuk sebuah urusan yang sangat penting. Padahal itu hari Minggu!

Seingat Rima, hanya ada satu alasan mengapa seorang siswi menelepon selulernya di luar jam kerjanya sebagai konselor di sekolah dan ingin bertemu dengannya saat itu juga. Alasannya, siswa itu hamil! Berkelahi, nyontek, melawan guru, nilai pelajaran turun, berbeda pendapat dengan orang tua, atau putus cinta, itu persoalan yang bisa dibahas saat jam kerja atau digolongkan pada masalah yang bisa ditunda.

Belo yang Ingin Diperistri Lelaki Kaya Itu…

Ida Ahdiah
http://www.jawapos.com/

Rasanya aku mengenal perempuan, yang bergenggaman tangan dengan pria asing, tampan tinggi tegap, yang berdiri di depan pintu masuk restoran itu. Ia persis sekali Belo, kawan sepermainanku di dusun, yang bercita-cita ingin menjadi istri lelaki kaya, yang memberinya rumah gedong, mobil colt, dan toko kelontong!

Jika benar itu Belo, aku gembira melihatnya di kala pikiranku kalut dan pasrah seperti ini.