Boundary

Ida Ahdiah
http://www.suarakarya-online.com/

Perempuan itu tiba sebelum boundary buka. Di muka pintu penyewaan mesin cuci itu, ia mengibas-ibaskan telapak tangannya. Lalu meniup-niupnya. Ia mencoba menghangatkan tangannya yang beku.. Diambilnya secarik kertas dari tas yang disandangnya di bahu. Matanya mencocokan nomor di atas pintu dengan nomor di kertas. Continue reading “Boundary”

Kereta Bayi

Ida Ahdiah
http://www.jawapos.com/

Ayu memberitahu Danil, seharian ia akan bersama Sophie yang punya kereta bayi bermerek dan bermodel sama dengannya. Warnanya merah muda, kendati bayi Sophie laki-laki. Ayu dan Danil sempat berdebat soal warna itu. Tapi kemudian mereka berkesimpulan, keliru mereka berdua menganggap merah muda hanya untuk perempuan. Lihat, warna-warna kemeja, dasi, topi, sapu tangan untuk laki-laki ada juga yang pink! Continue reading “Kereta Bayi”

Rumah yang Hilang

Ida Ahdiah
http://www.jawapos.com/

Rumah itu kecil dua lantai, dan jauh dari keramaian. Lantai pertama terdiri dari ruang tamu, dapur, dan ruang makan. Dua kamar tidur dan kamar mandi di lantai atas. Di kanan, kiri, depan, dan belakang masih ada tanah kosong. Supermarket agak jauh. Begitu juga klinik.

Dua blok dari rumah ada taman besar, menjorok ke sungai, yang membelah pulau. Piere yang lahir di sebuah kota kecil, di tepi sungai, dengan dermaga kayu tempat menambatkan perahu, menyukai kedekatan rumah itu dengan sungai. Continue reading “Rumah yang Hilang”

Kebaya Pengantin

Ida Ahdiah
http://www.jawapos.com/

Ibu minta saya membeli bahan kebaya sutra, warna hijau labu siam, di Toko Delhi, langganan nenek. Bahannya polos, tidak boleh ada sulaman sedikit pun. Tanpa ditanya, ibu bercerita jika sudah menyiapkan sulaman yang akan dibuat penyulam langganannya. Di bagian depan kebaya, ia ingin memberi sulaman bunga kenanga kuning muda. Di sepanjang ujung kebaya dan seputar pergelangan tangan akan disulam daun kenanga hijau tua. Continue reading “Kebaya Pengantin”

Bahasa ยป