Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?

(bagian XV, kupasan pertama dari paragraf tiga dan empat)
Nurel Javissyarqi

“Esai-esai (godaan subyektivitas) Ignas Kleden, semacam obrolan menggurui, bertele-tele dengan tempo lamban, musik orang mapan (cocok bagi pemalas), seperti lagu kenangan -nglokro. Bukan keroncong atau musik klasik, meski pelan berjiwa keterlibatan. IK berjarak demi peroleh pandangan obyektif, maka yang terjadi tulisannya semi-semi ilmiah. Continue reading “Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?”

Sjahrir; Titian Sosialisme ke Demokrasi

Ignas Kleden
__Yayasan BamBooDaeng Indonesia

PEMIKIRAN politik kiri, yaitu filsafat politik yang menekankan persamaan dan keadilan, merupakan semangat zaman sekaligus intellectual fashion tempat hampir semua pendiri Republik Indonesia bertumbuh dan menjadi matang. Soekarno terpukau pada teori imperialisme Lenin, Hatta mempelajari ekonomi sosialis negara-negara Skandinavia dan memperjuangkan koperasi sebagai perwujudan ekonomi kerakyatan, Continue reading “Sjahrir; Titian Sosialisme ke Demokrasi”

BABAD NUCA NEPA (FLORES)

Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?
(bagian XIV, kupasan ke nol dari sebelum paragraf ketiganya)
Nurel Javissyarqi

“Wahrheiten wollen erkannt und festgestellt, eben bewahrheitet sein; die Wahrheit selbst bedarf dessen nicht, sondern sie ist es, die allein bewährt, was irgend als wahr erkannt sein und gelten soll.” “Segala kebenaran maunya diketahui dan dinyatakan, dan juga dibenarkan; kebenaran itu sendiri tidak perlu akan itu, karena ialah yang menunjukkan, apa yang diketahui benar dan harus berlaku.” (Paul Natorp, Individuum und Gemeinschaft, terjemahan Dr. Mohammad Hatta). Continue reading “BABAD NUCA NEPA (FLORES)”

Asmara Nababan dalam Kenangan

Ignas Kleden
Kompas, 1 Nov 2010

Asmara Nababan meninggal dunia pada suatu hari yang seakan menjadi keinginannya sendiri: 28 Oktober 2010 Hari Sumpah Pemuda, setelah lebih dari setahun menderita kanker paru-paru.

Gejala pertama yang sempat diceritakannya ialah ketika dia kembali ke kampung halamannya di Siborong-borong, Tapanuli Utara, pada Desember 2008, untuk merayakan Natal di sana. Suatu pagi ketika dia sedang melakukan joging, tiba-tiba saja dia kena serangan yang membuatnya tak sadarkan diri dan harus ditolong orang dengan membawanya ke rumah sakit. Continue reading “Asmara Nababan dalam Kenangan”

Puisi: Membaca Kiasan Badan

Ignas Kleden
Indonesiatera, 2001

Sangat mungkin bahwa di antara penyair-penyair dalam sastra Indonesia modern, tidak seorang pun yang demikian obsesif dengan tubuh manusia dalam permenungannya, seperti halnya Joko Pinurbo, dalam kumpulan sajaknya Di Bawah Kibaran Sarung. Penyair dan novelis sebelum dia memang di sana-sini menulis juga tentang badan, karena seluruh perasaan erotik tidak bisa tidak harus menyentuh aspek badan. Continue reading “Puisi: Membaca Kiasan Badan”