BABAD NUCA NEPA (FLORES)

(bagian XIV, kupasan ke nol dari sebelum paragraf ketiganya)

Nurel Javissyarqi

“Wahrheiten wollen erkannt und festgestellt, eben bewahrheitet sein; die Wahrheit selbst bedarf dessen nicht, sondern sie ist es, die allein bewährt, was irgend als wahr erkannt sein und gelten soll.” “Segala kebenaran maunya diketahui dan dinyatakan, dan juga dibenarkan; kebenaran itu sendiri tidak perlu akan itu, karena ialah yang menunjukkan, apa yang diketahui benar dan harus berlaku.” (Paul Natorp, Individuum und Gemeinschaft, terjemahan Dr. Mohammad Hatta). Continue reading “BABAD NUCA NEPA (FLORES)”

Asmara Nababan dalam Kenangan

Ignas Kleden
Kompas, 1 Nov 2010

Asmara Nababan meninggal dunia pada suatu hari yang seakan menjadi keinginannya sendiri: 28 Oktober 2010 Hari Sumpah Pemuda, setelah lebih dari setahun menderita kanker paru-paru.

Gejala pertama yang sempat diceritakannya ialah ketika dia kembali ke kampung halamannya di Siborong-borong, Tapanuli Utara, pada Desember 2008, untuk merayakan Natal di sana. Suatu pagi ketika dia sedang melakukan joging, tiba-tiba saja dia kena serangan yang membuatnya tak sadarkan diri dan harus ditolong orang dengan membawanya ke rumah sakit. Continue reading “Asmara Nababan dalam Kenangan”

Puisi: Membaca Kiasan Badan

Ignas Kleden
Indonesiatera, 2001

Sangat mungkin bahwa di antara penyair-penyair dalam sastra Indonesia modern, tidak seorang pun yang demikian obsesif dengan tubuh manusia dalam permenungannya, seperti halnya Joko Pinurbo, dalam kumpulan sajaknya Di Bawah Kibaran Sarung. Penyair dan novelis sebelum dia memang di sana-sini menulis juga tentang badan, karena seluruh perasaan erotik tidak bisa tidak harus menyentuh aspek badan. Continue reading “Puisi: Membaca Kiasan Badan”

Demitologisasi Sastra Mantra Sutardji

Hasnan Bachtiar *

Dewasa ini telah mengemuka suatu mitos sastra (Barthes). Para kritikus, seolah bahu-membahu dalam konsensus imajiner, mengimani suatu mazhab yang mutakhir. Sastrawan “mantra” menjadi imam bagi mayoritas umat: Sutardji Calzoum Bachri (SCB).

Bukan hal yang mengherankan, penisbatan ini tertuju kepada penyair masyhur itu. Pujangga yang hebat, memiliki puisi-puisi yang sangat baik dan sungguh sulit mencari cela pada anak-anak rohani yang telah tercipta dengan kualitas berkelas, kecuali oleh ketajaman kritikus tulen yang bernyali. Continue reading “Demitologisasi Sastra Mantra Sutardji”

Soekarno, Pancasila, dan Sejarah Teks

Ignas Kleden *
kompas.com

Istilah “sejarah teks” adalah terjemahan bebas oleh penulis untuk konsep hermeneutik yang lebih dikenal dalam versi bahasa Jerman sebagai Redaktionsgeschichte atau sejarah redaksi. Konsep ini menegaskan bahwa setiap teks yang diproduksi dalam kebudayaan selalu mempunyai semacam riwayat hidup berupa sejarah penyusunan, kodifikasi, perubahan, atau revisi redaksi dan mungkin juga otorisasi teks yang terjadi dari waktu ke waktu. Continue reading “Soekarno, Pancasila, dan Sejarah Teks”

Bahasa »